Hamil Duluan | ahmadsarwat.com

Hamil Duluan

Mon 29 August 2011 12:54 | 16311

Pasangan yang berzina memang berdosa, dimana dalam sistem hukum Islam yang tegak, mereka wajib dicambuk 100 kali cambukan dan diasingkan selama setahun.

Bahkan kalau yang berzina itu berstatus muhshan, hukumannya bukan sekedar cambuk tetapi hukuman mati, dengan cara dilempari batu hingga mati.

Sayangnya di negeri kita ini tidak berlaku hukum hudud, karena pemerintah Indonesia tidak mau menjalankan hukum yang telah Allah wajibkan itu. Jadi yang berdosa justru mereka yang jadi penguasa, baik eksekutif maupun legislatif.

Hukum Menikahi Wanita Yang Pernah Dizinai Sendiri

Namun bila pasangan itu sudah bertaubat dan meminta ampun kepada Allah, maka selesai sudah urusannya di tangan Allah. Kalau Allah SWT mengampuni, maka Dia akan mengampuni pasangan itu, sebagaimana Allah SWT mengampuni wanita yang dirajam nabi. Dan sebaliknya, kalau Allah SWT tidak mengampuninya, maka urusannya juga di tangan Allah.

Buat kita, bila pasangan yang pernah berzina itu kini telah menikah dengan benar, urusannya sudah selesai. Sebab begitu mereka menikah dengan sah, maka hubungan pernikahan di antara mereka sudah sah juga. Mereka secara hukum Islam adalah pasangan suami isteri yang sah 100%, dibenarkan oleh AlQuran dan As-Sunnah.

Tidak perlu dipisah dulu, atau harus dilahirkan dulu bayinya, lalu nanti diulangi lagi nikah dari awal setelah melahirkan. Kalau pun memang ada yang berpendapat seperti ini, nampaknya ini adalah pendapat yang kurang populer di kalangan ahli ilmu.

Setidaknya jumhur fuqaha tidak sependapat untuk mengharamkan pasangan yang pernah berzina untuk menikah. Sebaliknya, justru mereka diminta untuk segera menikah secepatnya. Meski si wanita sedang hamil. Bahkan meski wanita itu sudah melahirkan anak dan anak itu sudah besar.

Memang ada sebagian pendapat yang mengharamkan menikahi wanita yang pernah dizinainya sendiri dengan berdalil kepada ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min. (QS. An-Nur: 3)

Namun kalau kita teliti, rupanya yang mengharamkan hanya sebagian kecil saja. Selebihnya, mayoritas para ulama membolehkan.

1. Pendapat Jumhur (mayoritas) ulama

Jumhurul fuqaha' (mayoritas ahli fiqih) mengatakan bahwa yang dipahami dari ayat tersebut bukanlah mengharamkan untuk menikahi wanita yang pernah berzina. Bahkan mereka membolehkan menikahi wanita yang pezina sekalipun. Lalu bagaimana dengan lafaz ayat yang zahirnya mengharamkan itu?

Para fuqaha memiliki tiga alasan dalam hal ini.

a. Dalam hal ini mereka mengatakan bahwa lafaz 'hurrima' atau diharamkan di dalam ayat itu bukanlah pengharaman namun tanzih (dibenci).

b. Selain itu mereka beralasan bahwa kalaulah memang diharamkan, maka lebih kepada kasus yang khusus saat ayat itu diturunkan.

c. Mereka mengatakan bahwa ayat itu telah dibatalkan ketentuan hukumnya (dinasakh) dengan ayat lainnya yaitu:

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.(QS. An-Nur: 32).

Pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Al-Khattab radhiyallahu'anhuma. Mereka membolehkan seseorang untuk menikahi wanita pezina. Dan bahwa seseorang pernah berzina tidaklah mengharamkan dirinya dari menikah secara syah.

Pendapat mereka ini dikuatkan dengan hadits berikut:

Dari Aisyah ra berkata, "Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan berniat untuk menikahinya, lalu beliau bersabda, "Awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah. Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal." (HR Tabarany dan Daruquthuny).

Dan hadits berikut ini:

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Isteriku ini seorang yang suka berzina." Beliau menjawab, "Ceraikan dia!." "Tapi aku takut memberatkan diriku." "Kalau begitu mut'ahilah dia." (HR Abu Daud dan An-Nasa'i)

Selain itu juga ada hadits berikut ini

Dimasa lalu seorang bertanya kepada Ibnu Abbas ra, "Aku melakukan zina dengan seorang wanita, lalu aku diberikan rizki Allah dengan bertaubat. Setelah itu aku ingin menikahinya, namun orang-orang berkata (sambil menyitir ayat Allah), "Seorang pezina tidak menikah kecuali dengan pezina juga atau dengan musyrik'. Lalu Ibnu Abbas berkata, "Ayat itu bukan untuk kasus itu. Nikahilah dia, bila ada dosa maka aku yang menanggungnya." (HR Ibnu Hibban dan Abu Hatim)

Ibnu Umar ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang wanita, bolehkan setelah itu menikahinya? Ibnu Umar menjawab, "Ya, bila keduanya bertaubat dan memperbaiki diri."

2. Pendapat Yang Mengharamkan

Sebagian kecil ulama ada yang berpendapat untuk mengharamkan tindakan menikahi wanita yang pernah dizinainya sendiri. Paling tidak tercatat ada Aisyah, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra' dan Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhum ajmain.

Mereka mengatakan bahwa seorang laki-laki yang menzinai wanita maka dia diharamkan untuk menikahinya. Begitu juga seorang wanita yang pernah berzina dengan laki-laki lain, maka dia diharamkan untuk dinikahi oleh laki-laki yang baik (bukan pezina).

Bahkan Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa bila seorang isteri berzina, maka wajiblah pasangan itu diceraikan. Begitu juga bila yang berzina adalah pihak suami. Tentu saja dalil mereka adalah zahir ayat yang kami sebutkan di atas (QS. An-Nur: 3).

Selain itu mereka juga berdalil dengan hadits dayyuts, yaitu orang yang tidak punya rasa cemburu bila isterinya serong dan tetap menjadikannya sebagai isteri.

Dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga suami yang dayyuts." (HR Abu Daud)

Di antara tokoh di zaman sekarang yang ikut mengharamkan adalah Syeikh Al-Utsaimin rahimahullah.

3. Pendapat Pertengahan

Sedangkan pendapat yang pertengahan adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau mengharamkan seseorang menikah dengan wanita yang masih suka berzina dan belum bertaubat. Kalaupun mereka menikah, maka nikahnya tidak syah.

Namun bila wanita itu sudah berhenti dari dosanya dan bertaubat, maka tidak ada larangan untuk menikahinya. Dan bila mereka menikah, maka nikahnya syah secara syar'i.

Nampaknya pendapat ini agak menengah dan sesuai dengan asas prikemanusiaan. Karena seseorang yang sudah bertaubat berhak untuk bisa hidup normal dan mendapatkan pasangan yang baik.

Lalu, karena penegakan syariah dan hukum hudud hanya bisa dilakukan oleh ulil amri (pemerintah) maka hukum rajam, cambuk, dan yang lain belum bisa dilakukan. Sebagai gantinya, tobat dari zina bisa dengan penyesalan, meninggalkan perbuatan tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulangi.

Dan hukum pernikahan di antara mereka sudah sah, asalkan telah terpenuhi syarat dan rukunnya. Harus ada ijab qabul yang dilakukan oleh suami dengan ayah kandung si wanita disertai keberadaan 2 orang saksi laki-laki yang akil, baligh, merdeka, dan 'adil.

Tidak Perlu Diulang

Kalau kita mengunakan pendapat mayoritas ulama yang mengatakan pernikahan mereka sah, maka karena akad nikah mereka sudah sah, sebenarnya tidak ada lagi keharusan untuk mengulangi akad nikah setelah bayinya lahir. Karena pada hakikatnya pernikahan mereka sudah sah. Tidak perlu lagi ada pernikahan ulang.

Buat apa diulang kalau pernikahan mereka sudah sah. Dan sejak mereka menikah, tentunya mereka telah melakukan hubungan suami isteri secara sah. Hukumnya bukan zina.

Status Anak

Adapun masalah status anak, menurut sebagian ulama, jika anak ini lahir 6 bulan setelah akad nikah, maka si anak secara otomatis sah dinasabkan pada ayahnya tanpa harus ada ikrar tersendiri.

Namun jika si jabang bayi lahir sebelum bulan keenam setelah pernikahan, maka ayahnyadipandang perlu untuk melakukan ikrar, yaitu menyatakan secara tegas bahwa si anak memang benar-benar dari darah dagingnya. Itu saja bedanya.

Bila seorang wanita yang pernah berzina itu akan menikah dengan orang lain, harus dilakukan proses istibra', yaitu menunggu kepastian apakah ada janin dalam perutnya atau tidak. Masa istibra' itu menurut para ulama adalah 6 bulan. Bila dalam masa 6 bulan itu memang bisa dipastikan tidak ada janin, baru boleh dia menikah dengan orang lain.

Sedangkan bila menikah dengan laki-laki yang menzinahinya, tidak perlu dilakukan istibra' karena kalaupun ada janin dalam perutnya, sudah bisa dipastikan bahwa janin itu anak dari orang yang menzinahinya yang kini sudah resmi menjadi suami ibunya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Semua Tulisan Penulis :
Kenapa Lebaran Hari Rabu?
29 August 2011, 01:32 | 10.093 hits
Bergembira Datang Ramadhan Aman Dari Neraka?
28 July 2011, 00:00 | 16.665 hits
Ramadhan Hampir Menjelang Jangan Lupa Qadha Puasa
3 July 2011, 00:00 | 9.895 hits
Membedah Gerakan Mengkafirkan Umat Islam
17 June 2011, 00:00 | 13.624 hits
Kedokteran Islam VS Barat Zaman Kejayaan Islam
11 June 2011, 00:00 | 10.711 hits
26-30 Mei : Ukur Ulang Arah Kiblat Pakai Matahari
25 May 2011, 00:00 | 12.735 hits
Shalat Khusyu` Bukan Kontemplasi
18 April 2011, 00:00 | 15.987 hits
Bikin Jama`ah Baru : Why Not?
2 April 2011, 00:00 | 12.398 hits
27 Jilid Al-Majmu` Syarah Al-Muhadzdzab
23 March 2011, 00:00 | 13.793 hits
Bom Ulil
16 March 2011, 00:00 | 14.389 hits
Makananmu Penyakitmu? No Way
11 March 2011, 00:00 | 13.533 hits
Ahmadiyah : Agama Buatan Inggris Untuk Meruntuhkan Islam
7 March 2011, 00:00 | 15.584 hits
Upss Jumlah Pelajar Kita di Iran Melebihi di Al-Azhar!!
4 March 2011, 00:00 | 18.792 hits
Ujian Nasional : Melahirkan Bangsa Tidak Jujur
27 February 2011, 00:00 | 12.446 hits
Maulid Nabi : Kenapa Nabi Muhammad SAW Orang Arab?
19 February 2011, 00:00 | 19.275 hits
Celana Jeans : Haramkah Karena Mirip Pakaian Orang Kafir?
15 February 2011, 00:00 | 20.684 hits
Kerusuhan : Yuk Evakuasi Al-Azhar ke Indonesia
3 February 2011, 00:00 | 19.636 hits
Buku Baru : Islam Liberal 101
27 January 2011, 00:00 | 17.013 hits
Istri Bukan Pembantu
20 January 2011, 00:00 | 14.954 hits
Pejabat vs Pilot Pesawat
17 January 2011, 00:00 | 14.912 hits
Film Ar-Risalah : Satu Jembatan Barat Islam
10 January 2011, 00:00 | 15.414 hits
Nonton Bola di GBK, Tidak Shalat Maghrib?
23 December 2010, 00:00 | 18.854 hits
Perayaan Tahun Baru Islam, Nasional dan Natal
8 December 2010, 00:00 | 17.523 hits
Hijrah Nabi SAW dan Negara Islam Madinah
30 November 2010, 00:00 | 19.255 hits
Qurban : Antara Ritual dengan Sosial
18 November 2010, 00:00 | 12.391 hits
Rumah Hunian dan Pendidikan Masa Depan
18 November 2010, 00:00 | 13.526 hits
Puasa Arafah Ikut Saudi?
15 November 2010, 00:00 | 20.934 hits
Sultan Maridjan
29 October 2010, 00:00 | 17.862 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik (bag. 2)
20 October 2010, 00:00 | 15.953 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik
19 October 2010, 00:00 | 16.912 hits
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits