Qurban : Antara Ritual dengan Sosial | ahmadsarwat.com

Qurban : Antara Ritual dengan Sosial

Thu 18 November 2010 00:00 | 12391

Banyak orang yang salah prasangka dengan menganggap bahwa ibadah qurban itu esensinya hanya terbatas urusan bagi daging memberi makan fakir miskin. Memang tidak salah 100%, tetapi sebenarnya juga tidak tepat 100% juga. Hal itu karena qurban memang berbeda dengan zakat.

Dalam ibadah Qurban memang ada unsur kepedulian sosialnya, tetapi kalau kita amati dengan lebih jernih, dan dengan semangat menjaga originalitas syariat Islam, kita harus akui sesungguhnya ibadah Qurban lebih merupakan ibadah ritual, atau ibadah mahdhah, ketimbang ibadah sosial.

Ada perbedaan yang amat mendasar antara qurban dengan zakat. Zakat memang ibadah yang diunggulkan bisa memberi makan kepada fakir miskin. Ayat Quran tegas menyebutkan siapa saja yang berhak untuk mendapat harta zakat, yaitu fakir, miskin dan seterusnya sesuai surat At-Taubah ayat 60 itu.

Dan Rasulullah SAW tegas sekali ketika memberi petunjuk kepada Muadz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy`ari, agar zakat itu diambil dari orang kaya dan dikembalikan kepada orang-orang fakir, di antara mereka. Sistem zakat ini dipastikan harus berjalan, sehingga buat mereka yang mengelola (amilin), ada jatah khusus yang ditetapkan langsung oleh Al-Quran.

Sedangkan ibadah qurban, tidak ada ayat Quran yang secara tegas menyebutkan siapa yang berhak makan dagingnya, juga tidak ada ketentuan harus ada panitianya sebagaimana amil zakat. Sejak awal mula kedua anak Adam diperintahkan untuk berqurban, judul besar Qurban memang bukan untuk memberi makan fakir miskin.

Bagaimana mau memberi fakir miskin, lha wong jumlah manusia saat itu baru enam orang saja, yaitu Adam, Hawwa dan keempat anaknya. Makanya di masa itu belum ada syariat zakat, karena memang belum ada orang kaya atau orang miskin. Tetapi Allah sudah memerintahkan melaksanakan salah satu ibadah ritual yang abadi, yaitu berqurban.

Di masa berikutnya, Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail, yang kemudian diganti dengan seekor kambing. Ketika kambing itu disembelih, juga tidak dibagikan kepada fakir miskin. Bukan apa-apa, tetapi di tempat itu juga ada empat nyawa saja, yaitu Ibrahim, Ismail, Hajar dan yang keempat, ya si kambing itu.

Terus kalau kambing itu disembelih, mau dibagikan fakir miskin yang mana? Lokasi dimana ibadah qurban yang dilakukan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Hajar itu adalah tempat yang tidak ada manusianya. Al-Quran menggambarkan tempat itu adalah sebuah lembah yang tidak ada tumbuhannya.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman, di dekat rumah Engkau yang dihormati. (QS. Ibrahim : 37)

Terus kalau dagingnya harus dibagikan kepada fakir miskin, jelas tidak bisa dilaksanakan. Karena itulah sebenarnya yang menjadi intisari ibadah qurban bukan bagi-bagi daging kepada orang-orang miskin. Sebab di Mina tempat para jamaah haji berkumpul tiap tahun, ada ribuan atau malah ratusan ribu ekor hewan disembelih.

Tetapi lagi-lagi tidak ada fakir miskin yang diberi dari daging-daging itu. Ya, bagaimana mau memberi, lha wong tempat itu padang pasir tak berpenghuni. Mina hanya ramai sekali dalam setahun.

Di luar musim haji, Mina adalah padang pasir tak berpenghuni. Maka hewan-hewan sembelihan itu dibuang begitu saja dalam jumlah ratusan ribu ekor. Sehingga selama berminggu-minggu tempat itu jadi ajang pesta hewan pemakan bangkai, entah srigala, anjing atau burung pemangsa yang hidup di padang pasir.

Apa sembelihan itu sah? Jawabnya tentu saja sah, meski tidak diberikan kepada fakir miskin.

Mengingat sekali lagi, ibadah qurban itu bukan semata-mata untuk memberi makan fakir miskin, walau pun dagingnya boleh diberikan kepada mereka.

Tetapi inti dan esensi ibadah qurban, sekali lagi, adalah ibadah ritual. Allah SWT yang jadi tuhan itu, maunya disembah dengan cara seperti itu. Nah kita sebagai makhluk-makhluk ciptaan-Nya hanya bisa ikut, tunduk, patuh, taat dan mengiyakan.

Toh, selama ini kita sudah menjalanakan beragam jenis ibadah ritual lainnya, seperti wudhu`, tayammum, mandi janabah, shalat, puasa, tawaf, sa`i, wukuf, melontar dan sebagainya.

Dan semua itu adalah ibadah ritual yang resmi Allah tetapkan sebagai cara kita untuk menyembah-Nya. Jadi kalau Allah juga memerintahkan kita untuk menyembelih hewan, sebagai bentuk ritual penyembahan kita kepada Allah, apa susahnya kita pahami?

Lalu Sebaiknya Daging-daging Itu Diapakan?

Nah kalau bicara sebaiknya diapakan, Rasulullah SAW memberi contoh, meski bukan sebuah keharusan. Beliau SAW pernah menyembelih dua ekor kambing, dan beliau sendiri ikut makan dagingnya, bahkan juga keluarganya. Tentu itu 180 derajat berbeda dengan zakat. Orang yang mengeluarkan harta zakat, tentu haram baginya untuk memakan dari uang zakatnya.

Sedangkan di dalam ritual ibadah penyembelihan hewan qurbam, justru si pemilik hewan disunnahkan untuk memakannya. Sebagaimana juga dalam ritual penyembelihan hewan aqiqah, yang punya hewan disunnahkan ikut memakannya. Selain dimakan sendiri oleh pemilik hewan, boleh juga sebagiannya dihadiahkan.

Namanya hadiah, tentu tidak harus melihat apakah yang menerima itu orang kaya atau orang miskin. Siapa saja berhak menerima hadiah daging hewan quran, kaya atau miskin, sama saja. Jadi dagingnya boleh diberikan kepada teman, tetangga, kerabat, bahkan atasan juga boleh.

Dan kalau mau pahala yang lebih besar, tentu disedekahkan kepada fakir miskin akan lebih bermakna lagi, meski bukan sebuah keharusan. Mengingat bila daging itu dimakan oleh mereka yang jarang-jarang makan daging, jelas akan ada pertambahan nilai dalam urusan pahalanya. Maka silahkan daging itu diberikan juga kepada fakir miskin. Inilah yang di atas saja katakan, bahwa ibadah qurban itu tidak 100 persen berdimensi sosial, tetapi juga bukan berarti tidak ada unsur sosialnya.

Dilakukan Langsung Oleh Pemilik

Rasulullah SAW mencontohkan langsung bagaimana beliau sendiri yang melakukan penyembelihan hewan qurban miliknya. Sehingga para ulama menjadikan hal itu sebagai dasar masyru`iyah menyembelih sendiri, setidaknya mereka mengatakan akan lebih afdhal kalau dikerjakan sendiri.

Namun bukan berarti kalau dikerjakan oleh orang lain menjadi tidak sah. Urusan sah sih sah, tapi kalau bicara afdhal, tentu lebih afdhal kalau dikerjakan sendiri. Setidaknya, buat ibu-ibu yang serem kalau melihat darah, minimal menyaksikan penyembelihan itu.

Meski tetap sah bila hewan itu dikirim ke tempat yang sekiranya lebih membutuhkan, karena pasti akan lebih bernilai. Tentu bukan berarti kita meninggalkan rumah dan tetangga sendiri.

Maka yang saya lakukan dengan adik-adik adalah menyembelih hewan Qurban di tengah masyarakat yang lebih membutuhkan. Sebab daerah tempat tinggal saya memang boleh dibilang sudah terlalu berlebih. Nyaris semua orang makan daging hewan qurban, bahkan sampai-sampai kelewat israf.

Sementara hanya beberapa kilometer dari tempat tinggal saya, begitu banyak perkampungan yang penduduknya hanya menelan ludah, karena memang tidak ada orang yang mampu untuk menyembelih hewan qurban. Kalau pun ada, jumlah yang disembelih dengan mereka yang butuh makan jauh sekali bedanya.

Maka hari ini, dengan berbekal dua ekor sapi, saya dan keluarga besar Yayasan Daarul-Uluum Al-Islamiyah bersama-sama menuju ke Dewa Waru Jaya kampung Cidokom, Parung, Bogor, untuk menyembelih hewan itu. Kedua sapi itu diharapkan bisa disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di dekat proyek pendidikan di atas tanah wakaf seluas 2,5 hektar.

Semua Tulisan Penulis :
Puasa Arafah Ikut Saudi?
15 November 2010, 00:00 | 20.934 hits
Sultan Maridjan
29 October 2010, 00:00 | 17.862 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik (bag. 2)
20 October 2010, 00:00 | 15.953 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik
19 October 2010, 00:00 | 16.912 hits
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits