Sultan Maridjan | ahmadsarwat.com

Sultan Maridjan

Fri 29 October 2010 00:00 | 17862

Akhirnya jasad Mbah Maridjan ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan sedang bersujud, Rabu 27/10/10, setelah pada malamnya dusun Kinahrejo dilanda wedhus gembel. Berita ini sontak mengagetkan banyak orang. Betapa tidak, sosok yang satu ini terlanjur dianggap sebagai penjaga Gunung Merapi yang punya semacam kekuatan untuk -setidaknya- menahan erupsi dan amukannya. Namun ternyata kali ini sang penjaga yang dikenal dengan jargon roso roso itu tetap tidak berdaya berhadapan dengan malakul maut, wedhus gembel kali ini meluluh-lantakkan desa kecilnya, dan menghanguskan jasadnya.

Mitos bahwa Mbah Maridjan sosok sakti mandraguna dengan segala kepercayaan orang jawa, tiba-tiba rontok. Tidak ada lagi sosok yang dianggap lebih tahu tentang amukan gunung merapi dan merasa lebih kuat dari kekuatan alam itu. Kalau pada tahun 2006, sosok Mbah Maridjan sempat meroket, bukan hanya karena sempat menjadi bintang iklan minuman berenergi, tetapi juga karena orang banyak yang percaya bahwa dirinya sebagai orang sakti yang bisa menahan amukan Merapi, tetapi kali ini semua kepercayaan itu tumbang.

Dusun Kinahrejo yang indah menghijau itu, tiba-tiba rata dengan tanah, berubah menjadi penuh dengan debu dan abu vulkanis, tidak menyisakan satu nyawa pun. Rupanya, Allah mentakdirkan bahwa kali ini Merapi menelan korban jiwa. Untungnya sebagain besar penduduknya telah dievakuasi, karena ancaman erupsi gunung api memang sudah bisa diprediksi beberapa hari sebelumnya.

Masalah Fiqhiyah

Ada masalah fiqhiyah yang sempat diperdebatkan orang, tentang kematian Mbah Maridjan ini. Banyak orang dibantu media yang menyimpulkan bahwa Mbah Maridjan ini adalah sosok yang hebat, pahlawan, bahkan juga dikait-kaitkan dengan kesetiaan terhadap tanggung jawab atas wewenang yang diberikan. Teman saya bilang, bahwa Mbah Maridjan itu harus dijadikan cermin buat para pejabat untuk berkaca.

Sosok Maridjan dianggap merupakan representasi dari orang yang diberi tanggung-jawab, dan mengerjakannya tanpa gaji dan pamrih. Tanpa gaji karena kalau pun ada nilainya sungguh tidak masuk akal. Tanpa pamrih, karena memang tidak ada fasilitas dari negara yang diberikan kepadanya. Tidak ada rumah dinas, mobil dinas, jatah jalan-jalan ke luar negeri, uang seragam dinas, dan lainnya, sebagaimana umumnya pejabat negara. Mbah Maridjan memang dikenal sebagai pribadi muslim yang lurus dan dermawan. Konon, honor dari iklan itu banyak didermakan untuk membangun masjid, TPA dan sosial lain.

Tentu semua ini merupakan amal kebaikan yang pasti ada ganjarannya dari Allah SWT. Dan satu lagi pujian buat Mbah Maridjan yang fenomenal, beliau meninggal dunia dalam keadaan bersujud. Rasanya kita saja tidak yakin apakah nanti kita bisa meninggal dalam posisi seperti itu. Meski tidak ada jaminan bahwa orang yang meninggal dalam posisi bersujud itu pasti husnul khatimah, tetapi setidaknya sujud merupakan simbol dari ketaatan kepada Allah SWT.

Pendapat Yang Berbeda


Tetapi pendapat lain justru cenderung ke arah sebaliknya. Dalam pandangan mereka, lepas dari segala amal shalih yang telah dilakukannya, namun tindakan tidak mau menyingkir dari bencana itu tidak boleh dijadikan contoh teladan. Ada beberapa alasan utama kenapa tindakan itu kurang baik, antara lain :

Pertama

Perintah Sultan Hamengku Bowono IX buat Mbah Maridjan itu bukan untuk menjaga gunung Merapi, tetapi untuk menjadi penanggung-jawab acara ritual tahunan Keraton Ngayogjokarto Hadiningrat, yang tempatnya dekat Merapi. "Memang ia diberikan tugas dari Kraton untuk melakukan acara di Merapi setiap tahun, bukan sebagai juru kunci. Tetapi pemahaman itu tidak terjadi,  jelas Sri Sultan, Rabu (27/10/2010) ketika beliau diwawancarai media. Intinya Sri Sultan menegaskan bahwa Mbah Maridjan salah mempresepsikan tugasnya.

Kedua

Kalau pun memang benar Mbah Maridjan merasa ditugaskan oleh Sultan Hamengku Bowono IX untuk menjaga gunung Merapi, tentu bukan dengan berkalang maut tidak menghindar ketika gunung Merapi mengalami erupsi. Dengan bertahannya di derah bahaya, Mbah Maridjan seakan ingin menyampaikan pesan bahwa semua yang dilakukannya itu atas perintah Sultan dan tugas resmi negara. Soal ini tentu akan sulit dikonfirmasi, lantaran kini Sri Sultan Hamengku Bowono IX sudah wafat.

Tetapi anggaplah misalnya kita bayangkan pribadi Sri Sultan yang amat dicintai rakyatnya itu masih hidup dan mengetahui bahwa Merapi siap menelan korban, apakah beliau tetap akan memerintahkan Mbah Maridjan bertahan di daerah bayaha dan melarangnya turun gunung, sambil memaksanya untuk bunuh diri menghadapi wedhus gembel?

Rasanya siapa pun yang pernah hidup di Jogja dan mengenal sosok sang Sri Sultan yang pernah menjadi Wakil Presiden RI itu tahu persis, bahwa Sri Sultan adalah sosok pribadi yang amat santun, bahkan beliau tidak terlalu percaya dengan klenik yang aneh-aneh. Sangat tidak mungkin bila saja Sultan IX masih sugeng, beliau mendiamkan Mbah Maridjan masih bertahan di dusun Kinahrejo.

Ketiga

A
pa yang seharusnya dilakukan oleh Sri Sultan IX itu untuk memerintahkan Mbah Maridjan turun gunung kini sudah dilaksanakan penerusnya yaitu Sultan X. Beliau sudah berkali-kali memerintahkan satu orang dari rakyatnya ini untuk turun dan cari selamat. Bahkan sebenarnya perintah itu sudah disampaikan sejaki tahun 2006 ketika Merapi meradang, dan kini Sultan lagi-lagi memerintahkan itu untuk turun.

Dan status Mbah Maridjan itu bukan sekedar rakyat biasa, beliau itu seorang abdi dalem Keraton yang notabene adalah bawahan Sri Sultan X yang sekarang. Seharusnya lebih taat lagi kepada rajanya dan bukan malah mbalelo. Tetapi sayangnya, sang Mbah menolak turun dengan alasan bahwa dirinya memegang amanat dari Sultan sebelumnya.

Tindakan ini rada aneh, sebab Sultan yang sudah wafat itu tentu sekarang sudah bukan penguasa lagi, semua perintahnya menjadi mansukh oleh adanya perintah baru dari penggantinya yang sekarang menjadi Sultan. Dan Sultan X sekarang ini sudah memerintahkannya -bahan berkali-kali, untuk turun. Tetapi si Mbah tetap ngeyel, seolah tidak mengakui kesultanan Sultan X sekarang ini.

Keempat

Seandainya kedua Sultan baik IX atau X itu orang zalim dan lalim, yang memaksa Mbah Maridjan untuk mati saja menjadi korban erupsi Merapi, maka tindakan mematuhinya pun hukumnya haram. Sebab tindakan itu adalah tindakan bunuh diri. Dan dalam syariah, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Sang Pencipta.

Dan Sang Pencipta mengharamkan siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Dan bertahan di daerah bahaya yang sudah didukung oleh semua ahli sebagai daerah yang beresiko tinggi, termasuk bagian dari bunuh dri, setidaknya menjadi hal yang diharamkan.

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(QS. Al-Baqarah: 195)

Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah sangat mengasihi kamu.
(QS. An-Nisa: 29)
Orang yang melempar tubuhnya dari atas gunung, berarti dia melempar dirinya masuk ke dalam neraka jahanam, kekal untuk selama-lamanya.
(HR. Bukhari)

Semoga Allah SWT mengampuni kita semua dari dosa-dosa, baik yang kita sengaja maupun yang kita tidak tahu. Semoga mereka yang menjadi korban tetap dicatat sebagai orang-orang yang husnul khatimah, diampuni semua kesalahannya, dan dimasukkan ke dalam surganya. Amein.

Dan mereka yang menjadi korban luka dan pengungsi, semoga mereka ditabahkan dan diberi kekuatan untuk tetap bisa mensyukuri nikmat-Nya. Mari kita bantu meringankan penderitaan para korban, sekuat yang kita mampu, khususnya dengan doa yang tulus. Kalau ada harta, tenaga, pikiran dan semua yang bermanfaat, tentunya Allah SWT akan membalasnya dengan pahala yang besar.

Semua Tulisan Penulis :
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik (bag. 2)
20 October 2010, 00:00 | 15.953 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik
19 October 2010, 00:00 | 16.912 hits
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits