Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik | ahmadsarwat.com

Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik

Tue 19 October 2010 00:00 | 16912

Salah satu contoh paling mudah untuk menyebutkan bagaimana gagalnya sekolah-sekolah kita dalam mendidik siswa-siswanya adalah masalah dalam pelajaran Bahasa Inggris. Setidaknya pelajaran Bahasa Inggris diajarkan di sekolah dua jam dalam seminggu, ada pula yang lebih dari itu.

Kita pakai logika akal sehat, kalau sejak SMP hingga SMA atau selama 6 tahun kita belajar, seharusnya kita bisa menggunakan Bahasa Inggris, baik untuk tulisan atau untuk bicara sehari-hari. Saya dulu pertama kali mendapat mata pelajaran ini sejak kelas 1 SMP, tapi anak-anak kita sekarang ini sudah dikenalkan sejak kelas 1 SD.

Logikanya, anak-anak sekarang ini seharusnya lebih pandai lagi berbahasa Inggris, karena lebih lama belajarnya, yaitu 6 tahun lebih banyak. Tapi baik Saya mau pun anak-anak kita, meski sudah 6 tahun bahkan 12 tahun mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris, rasanya tak sanggup kalau harus berkomunikasi dengan bule-bule itu.

Dan membaca buku teks berbahasa Inggris pun tidak paham. Kalau nonton film barat yang tidak ada sub tittle (terjemahan teks), juga tetap tidak mengerti jalan ceritanya. Terus, buat apa kita capek-capek belajar Bahasa Inggris selama 6 tahun itu? Dan buat apa anak-anak kita sekarang belajar Bahasa Inggris selama 12 tahun, sejak SD sampai kelas 12 SMU?

Sebagai pimpinan Yayasan Pendidikan yang terdiri dari beberapa unit sekolah formal, Saya punya tanggung jawab berat untuk memastikan bahwa siswa-siswi mendapatkan manfaat yang terbaik, dan juga bisa mengurai benang kusut masalah runyam dunia pendidikan kita.

Setelah Saya coba uraikan benang kusutnya, lama-lama ketahuan bahwa memang masalahnya sangat rumit dan njelimet. Tapi yang paling parah dari semua itu, ternyata guru bidang studi Bahasa Inggris rata-rata kurang menguasai bahasa itu, baik dalam bentuk tulisan apalagi percakapan. Selain tentunya juga faktor kurangnya jam pelajaran yang disediakan oleh kurikulum. Tapi untuk satu masalah ini, nanti akan Saya bahas tersendiri.

Kalau kita kembali ke faktor kemampuan guru, memang ini sangat memprihatinkan, bahkan mengenaskan. Ternyata meski menyandang status sebagai guru bahasa Inggris, belum tentu dia bisa membaca buku teks dalam bahasa Inggris, dan kalau bertemu dengan bule, belum tentu bisa berkomunikasi dengan baik. Betapa menyedihkan. Dengan kapasitas yang sangat tidak mumpuni ini, berjuta anak Indonesia secara formal belajar Bahasa Inggris di sekolah, tetapi pada kenyataannya, mereka dipastikan tidak akan bisa apa-apa.

Pepatah Arab pernah bilang, faqidusy-syai`i la yu`thihi, orang yang tidak punya apa-apa, tidak akan bisa memberikan apa-apa. Tapi ketika hal ini Saya konfirmasi langsung ke guru Bahasa Inggris, salah satunya protes dan bilang begini,"Wah pak Ustadz jangan cuma menyalahkan kami dong. Pak ustadz juga harus tahu bahwa dosen Bahasa Inggris yang mengajar kami sewaktu kami masih kuliah dulu mereka juga tidak bisa berbahasa Inggris dalam arti percakapan. Beliau-beliau itu kemana-mana tetap saja membawa kamus". Terus saya jadi bengong sendiri sambil mikir,"Kalau memang begitu, masalahnya jadi lebih melebar lagi".

Maka Saya jadi tambah pening memimkirkan masalah ini, sambil putus asa Saya bergumam dalam hati : Jadi sebenarnya buat apa kita belajar Bahasa Inggris 12 tahun di sekolah?". Kalau dosen dan guru Bahasa Inggris sendiri bukan orang yang bisa membaca dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris, lalu bagaimana logikanya sampai di bisa mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah? Apakah karena selembar ijazah?

Maka ide pribadi saya yang sudah pasti ditolak mentah-mentah oleh orang-orang di Diknas adalah : dari pada tidak jelas jeluntrungannya, mungkin ada baiknya pelajaran Bahasa Inggris dihapus saja dari kurikulum sekolah. Toh, bisa bahasa Inggris masih bisa didapat lewat kursus-kursus, yang kelihatannya malah lebih bisa menjanjikan.

Apalagi setiap lulusan kita melamar pekerjaan ke perusahaan asing, selalu diminta sertifikat kursus Bahasa Inggris, dan tidak cukup hanya ijazah SMU yang sebenarnya ada nilai bahasa Inggrisnya. Begitu juga kalau mau kuliah di luar negeri, biasanya ada syarat nilai TOEFL sekian yang dijadikan ukuran. Sekolah-sekolah kita yang guru Bahasa Inggrisnya parah seperti itu, tentu tidak akan mampu mengeluarkan sertifikat seperti TOEFL.

Lab Bahasa


Ketersediaan laboratorium bahasa di beberapa sekolah maju juga tidak pernah menjadi jaminan bahwa siswa yang sekolah disana pasti pintar berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Selama sistem, guru, murid dan kurikulumnya belum mendukung, rasanya masih berat untuk berharap banyak.

Bahkan peralatan lab. bahasa yang juga mahal itu seringkali menjadi mubazir alias sia-sia belaka. Kebanyakannya cuma dijadikan media untuk berbangga-bangga saja oleh Kepala Sekolah dan keluarga besar sekolah itu, bahwa sekolah mereka sudah punya fasilitas ini dan itu.

Tetapi apakah lab bahasa itu berfungsi secara maksimal, jawabannya wallahu a`lam Bagaimana mau maksimal kalau guru bidang studi Bahasa Inggris-nya saja tidk bisa berbahasa Inggris?

Jadi dari pada nanggung, mendingan bahasa Inggris nggak usah diajarkan saja. Kecuali bila di sekolah itu memang ada guru yang cakap dan pandai berbahasa Inggris. Itu pun rasanya tidak perlu diajarkan untuk semua siswa. Sebab percuma saja kalau gurunya cuma satu tapi muridnya seribu orang, tetapi saja tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

(mungkin bersambung)

Semua Tulisan Penulis :
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits