Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah | ahmadsarwat.com

Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah

Wed 8 September 2010 00:00 | 21562

Sebuah SMS masuk ke ponsel Saya. Isinya begini : Assalamk mohon ustadz jelaskan perbedaan antara zaka, infaq dan sedekah. tiga istilah ini seringkali kita dengar tanpa tahu apa sih sebenarnya hakikat masing-masing itu. Mohon pencerahan ya ustadz. wassalamu alaikum. Hmm, sebuah pesan singkat, makanya pakai SMS. Tapi jawabannya tidak mungkin singkat, sehingga tidak bisa dikirim pakai SMS juga. SMS itu saya jawab bahwa susah rasanya kalau menjelaskan jawabannya pakai SMS juga, sebab selain susah mencet-mencet hurufnya di ponsel meski sudah pakai QWERTY, isinya pun akan terlalu panjang kalau dibaca di ponsel juga. Tidak akan nyaman dibaca di layar ponsel biasa. Maka saya pesan bahwa jawabannya bisa dibaca di situs saya saja, ya situs ini : www.ustsarwat.com. Biar nanti orang lain pun juga mengambil manfaat juga dengan membacanya. Karena itulah saya tulis jawaban ini untuk menjelaskan apa kira-kira perbedaan antara ketiganya. Memang ketiga istilah itu sangat akrab di telinga kita, seolah sudah menjadi satu kesatuan. Tetapi sesungguhnya masing-masing istilah itu punya hakikat dan pengertian sendiri-sendiri yang cukup spesifik, sehingga kita perlu menyebutkannya satu persatu. Karena bukan sinonim, bahkan dari segi hukum, juga amat berbeda. 1. Infaq Saya akan mulai dari istilah infaq. Karena istilah infaq ini boleh dibilang merupakan induk dari ketiga istilah tadi. Asal kata infaq dari bahasa arab, yaitu (أنفق – ينفق - إنفاقا) yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta. Berbeda dengan yang sering kita pahami dengan istilah infaq yang selalu dikaitkan dengan sejenis sumbangan atau donasi, istilah infaq dalam bahasa Arab sesungguhnya masih sangat umum. Intinya, hanya mengeluarkan harta atau membelanjakannya. Apakah untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan kebutuhan yang bersifat konsumtif, semua masuk dalam istilah infaq. a. Membelanjakan Harta Mari kita lihat istilah infaq dalam beberapa ayat quran, misalnya :

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ

Walaupun kamu membelanjakan semua yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. (QS. Al-Anfal : 63) Dalam terjemahan versi Departemen Agama RI tertulis kata anfaqta dengan arti : membelanjakan dan bukan menginfaqkan. Sebab memang asal kata infaq adalah mengeluarkan harta, mendanai, membelanjakan, secara umum apa saja. Tidak hanya terbatas di jalan Allah, atau sosial atau donasi. b. Memberi Nafkah Kata infaq ini juga berlaku ketika seorang suami membiayai belanja keluarga atau rumah tangganya. Dan istilah baku dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan nafkah. Kata nafkah tidak lain adalah bentukan dari kata infaq. Dan hal ini juga disebutkan di dalam Al-Quran :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa`: 34) c. Mengeluarkan Zakat Dan kata infaq di dalam Al-Quran kadang juga dipakai untuk mengeluarkan harta (zakat) atas hasil kerja dan hasil bumi (panen).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ

Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah zakat sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. (QS. Al-Baqarah : 267) Jadi kesimpulannya, istilah infaq itu sangat luas cakupannya, bukan hanya dalam masalah zakat atau sedekah, tetapi termasuk juga membelanjakan harta, memberi nafkah bahkan juga mendanai suatu hal, baik bersifat ibadah atau pun bukan ibadah. Termasuk yang halal atau yang haram, asalkan membutuhkan dana dan dikeluarkan dana itu, semua termasuk dalam istilah infaq. Jadi orang yang beli minuman keras yang haram hukumnya bisa disebut mengifaqkan uangnya. Orang yang membayar pelacur untuk berzina, juga bisa disebut menginfaqkan uangnya. Demikian juga orang yang menyuap atau menyogok pejabat juga bisa disebut menginfaqkan uangnya. 2. Sedekah Istilah sedekah dalam teks Arab tertulis (صدقة), punya kemiripan dengan istilah infaq di atas, tetapi lebih spesifik. Sedekah adalah membelanjakan harta atau mengeluarkan dana dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Ar-Raghib al-Asfahani mendefiniskan bahwa sedekah adalah : (مَا يُخْرِجُهُ الإِْنْسَانُ مِنْ مَالِهِ عَلَى وَجْهِ الْقُرْبَةِ), maksudnya adalah : harta yang dikeluarkan oleh seseorang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Jadi beda antara infaq dan sedekah dalam niat dan tujuan, dimana sedekah itu sudah lebih jelas dan spesifik bahwa harta itu dikeluarkan dalam rangka ibadah. Sedangkan infaq, ada yang sifatnya ibadah (mendekatkan diri kepada Allah) dan juga termasuk yang bukan ibadah. Maka istilah sedekah tidak bisa dipakai untuk membayar pelacur, atau membeli minuman keras, atau menyogok pejabat. Sebab sedekah hanya untuk kepentingan mendekatkan diri kepada Allah alias ibadah saja. Lebih jauh lagi, istilah sedekah yang intinya mengeluarkan harta di jalan Allah itu, ada yang hukumnya wajib dan ada yang hukumnya sunnah. Ketika seorang memberikan hartanya kepada anak yatim, atau untuk membangun masjid, mushalla, pesantren, perpustakaan, atau memberi beasiswa, semua itu adalah sedekah yang hukumnya bukan wajib. Termasuk ketika seseorang mewakafkan hartanya di jalan Allah, bisa disebut dengan sedekah juga. Di dalam hadits nabi SAW yang menjadi dasar masyru`iyah waqaf, beliau SAW menyebutkan dengan istilah : sedekah.

تَصَدَّقْ بِأَصْلِهِ لاَ يُبَاعُ وَلاَ يُوهَبُ وَلاَ يُورَثُ

Bersedekahlah dengan pokoh harta itu (kebun kurma), tapi jangan dijual, jangan dihibahkan dan jangan diwariskan.(HR. Bukhari) 3. Zakat Sedangkan sedekah yang hukumnya wajib, maka para ulama sepakat untuk menyebutnya sebagai zakat. Dengan kata lain, sedekah yang wajib itu adalah zakat. Atau sebaliknya, zakat adalah sedekah yang hukumnya wajib. Di luar zakat, asalkan masih dalam rangka kebaikan, cukup kita sebut dengan istilah sedekah. Perbedaan Zakat dan Sedekah Zakat sangat berbeda dengan sedekah, kalau kita rinci perbedaannya antara lain : a. Dari Segi Hukum Zakat hukumnya wajib, sedangkan sedekah hukumnya sunnah. Itu perbedaan paling mendasar antara keduanya, meski sama-sama di jalan Allah dan pasti berpahala. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam, yang bisa ditinggalkan termasuk dosa besar. Bahkan kalau diingkari kewajibannya, bisa berakibat runtuhnya status keislaman seseorang. Amirul mukminim, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu`anhu memvonis kafir para pengingkar zakat dan memaklumatkan perang kepada mereka, dalam arti darah mereka halal. Sedangkan sedekah yang hukumnya sunnah, tentu tidak ada paksaan untuk dijalankan. Dan tidak ada sanksi baik di dunia atau pun di akhirat. b. Dari Segi Waktu Zakat hanya dikeluarkan pada waktunya. Sedangkan sedekah tidak ada ketentuan waktu pelaksanaannya. Zakat Fithr dikeluarkannya hanya pada menjelang hari Raya Iedul Fithr, bila telah lewat shalat Iedul Fithr, makanya sudah bukan zakat Fitrh lagi, melainkan sedekah biasa. Zakat emas, perak, uang tabungan, perniagaan, peternakan dikeluarkan pada saat telah dimiliki genap satu tahun terhitung sejak mencapai jumlah minimal (nishab). Zakat pertanian, zakat rikaz dan zakat profesi dikeluarkan pada saat menerima harta. c. Dari Segi Kriteria Harta Tidak semua harta yang merupakan kekayaan wajib dikeluarkan zakatnya. Asset yang berupa benda, seperti rumah, tanah, kendaraan, apabila tidak produktif tidak diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya. Namun apabila seseorang ingin bersedekah atas harta yang dimilikinya, tentu tidak terlarang bahkan berpahala. d. Dari Segi Pihak Yang Berhak Menerima (Mustahiq) Harta zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang, sebab ketentuannya telah ditetapkan hanya untuk 8 kelompok saja. Dan hal itu Allah SWT tegaskan di dalam Al-Quran :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu`allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah : 60) Kalau kita perhatikan ayat di atas, mereka yang berhak atas harta zakat itu tidak termasuk anak yatim, para janda, para siswa berperestasi, atau korban bencana. Sebab mereka itu tidak disebutkan dalam jajaran para mustahiq, padahal ayat di atas dimulai dengan kata (إنَّمَا). Fungsinya membatasi, dimana selain yang disebutkan, tidak berhak dan haram unmtuk menerima harta zakat. Maka dana zakat juga haram untuk membangun masjid, mushalla, pesantren, jalan, jembatan, juga tidak dibenarkan untuk dijadikan modal pembiayaan sebuah usaha walau misalnya untuk rakyat kecil. Sedangkan sedekah boleh diberikan kepada siapa saja, asalkan memang bermanfaat dan tepat guna. e. Dari Segi Jumlah Prosentase Yang Wajib Dibayarkan Ketentuan harta yang wajib dikeluarkan dalam zakat itu pasti, besarannya ada yang 1/40 atau 2,5 % seperti zakat emas, perak, uang tabungan, perniagaan atau profesi. Ada juga 1/20 atau 5% seperti zakat panen hasil bumi yang diairi. Dan ada yang 1/10 atau 10% seperti zakat panen hasil bumi yang tidak diairi. Bahkan ada juga yang 1/5 atau 20% seperti zakat rikaz. Sedangkan sedekah tidak ditetapkan berapa besarnya. Seseorang boleh menyedekahkan berapa saja dari hartanya, seikhlasnya dan sesukanya. Boleh lebih dari zakat atau juga boleh kurang. Kesimpulan Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Semua Tulisan Penulis :
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits