Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas | ahmadsarwat.com

Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas

Sun 20 June 2010 00:00 | 20129

Undangan ceramah kali ini datang dari masyarakat muslim Indonesia yang bermukim di Singapore, tepatnya dari IMAS dan KBRI. Ceramah berlangsung pada hari Ahad 13 Juni 2010, dihadiri ratusan jamaah anak bangsa yang memenuhi masjid Istiqamah, di areal Kedutaan Besar Republik Indonesia, 7 Chatsworth Road, Singapore 24976. Thema ceramah yang dimintakan panitia cukup menarik, yaitu terkait dengan problematika real berkehidupan di negeri yang minoritas muslim. Tepatnya, bagaimana menjalani kehidupan sebagai muslim di negara minorits muslim seperti di Singapura. Pembahasan dimulai dari pembagian negeri-negeri tempat tinggal umat Islam yang berjumlah tidak kurang dari 1,5 milyar. Sebagian tinggal sebagai penduduk mayoritas, seperti di negara-negara Arab dan juga Indonesia, namun tidak sedikit yang tinggal di suatu negeri sebagai penduduk minoritas. Negeri yang minoritas muslim itu terbagi dua, ada yang sejak dulu memang minoritas, tetapi ada yang duhulu umat Islam pernah menjadi penduduk mayoritas, namun kemudian keadaan berubah, sehingga umat Islam menjadi minoritas. Di antara contoh negeri yang terakhir itu adalah Spanyol, India dan Amerika. Dahulu negeri itu dihuni oleh mayoritas muslim, namun akibat kekalahan umat Islam, akhirnya menjadi negeri dengan jumlah penduduk muslim yang sangat sedikit. Dan tentunya juga mendapat berbagai bentuk tekanan dari kelompok mayoritas. Masalah Penerapan Agama Islam Sebagai kelompok minoritas, tentu bermunculan berbagai macam kendala dalam menjalankan agama Islam, khususnya dalam masalah hukum-hukum fiqih. Kalau diurutkan dari masalah yang besar, kita bisa mulai dari sebuah pertanyaan mendasar : apa hukum tinggal di negeri minoritas muslim? Sementara kita tahu bahwa negara itu tidak mengakui agama Islam, para pemimpinnya pun bukan muslim, bahkan seringkali kebijakan negara itu tidak sejalan malah memusuhi agama. Bahasa mudah, itu adalah negeri kafir, atau disebut dengan istilah : darul kufr (negara kafir) Sebagian ulama memang mengharamkan umat Islam tinggal di negeri kafir seperti itu. Sebab haram hukumnya buat umat Islam mempunyai pimpinan orang kafir. Tentu saja pengharaman ini bukan sebuah ijma` yang bersifat mutlak. Sebab selain dari mereka yang mengharamkan, banyak juga ulama lain yang tidak demikian. Dalam pandangan mereka, menjadi muslim di negeri minoritas itu tetap bisa dilakukan, karena memang tidak semua orang bisa tinggal di negeri Islam. Ini sebuah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Misalnya, para penduduk muslim asli negeri itu, dimana dahulu mereka adalah mayoritas, kemudian menjadi minoritas, apakah mereka wajib pindah ke negara lain yang berpenduduk mayoritas muslim? Tentu ini bukan perkara gampang, karena memang tidak mudah memindahkan berjuta orang dari satu negara ke negara lain. Selain itu, dahulu Rasulullah SAW malah mengutus para shahabat untuk tinggal di berbagai negeri lain, di luar Mekkah dan Madinah, untuk berdakwah. Tentu para shahabat itu merasakan bagaimana menjadi penduduk yang minoritas di suatu negeri. Ketika Muadz bin Jabal diperintahkan tinggal di Yaman, saat itu Yaman masih berstatus negeri kafir, alias umat Islam masih sedikit, atau malah sama sekali tidak ada. Dan karena alasan tidak adanya umat Islam itulah, justru Muadz radhiyallahu anhu diutus kesana dan menjadi warganya. Maka masalah hukum tinggal di negeri minoritas ini perlu dikaji lebih mendalam sebagai sebuah kajian yang bersifat ilmiyah dan realistis. Diperlukan sebuah kajian fiqih minoritas yang memperhatikan berbagai pertimbangan. Problem Fiqih Sehari-hari Setiap muslim yang tinggal di negeri minoritas pasti akan mengalami begitu banyak kendala dalam masalah penerapan agamanya, terutama dalam hukum fiqih. Karena kebanyakan ilmu fiqih ditulis oleh para mujtahid di masa lalu, dengan realitas sosial di masanya, yang kebanyakan saat itu tinggal di negeri yang sudah mayoritas muslim. Tapi dengan berubahnya zaman, apalagi dengan kondisi umat Islam menjadi minoritas, maka begitu banyak masalah yang perlu dikaji ulang, mengingat ada begitu banyak dzhuruf (keadaan) yang tidak normal dan jauh dari ideal. Kita akan menemukan begitu banyak kedharuratan yang musthail dihindari. Untuk itu sebelum berangkat ke Singapore, saya coba sedikit tulisan yang sekiranya bisa bermanfaat buat saudara kita yang membutuhkannya. Tulisan itu saya beri judul : FIQIH MINORITAS. Buku dalam bentuk file pdf bisa diunduh disini, semoga bermanfaat.
klik untuk mengunduh
Dalam banyak kesempatan, Saya sebenarnya sudah cukup sering mengangkat masalah ini, baik sebagai sebuah tema ceramah, mau pun lewat jawaban dari pertanyaan yang tiba-tiba dilontarkan para hadirin. Berangkat dari masalah-masalah inilah, penulis kemudian merasa perlu untuk menyusun sebuah tulisan kecil, yang sekiranya nanti dapat dijadikan acuan bagi umat Islam yang barangkali kebetulan harus tinggal di negeri mayoritas non muslim. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan ala kadarnya, yang menjelaskan duduk masalah tiap hal yang sering dipertanyakan itu. Dan semoga tulisan yang bisa diunduh gratis ini bisa menambah nilai kebaikan di akhirat. Amien ya Rabbal Alamin. Sedangkan foto-fotonya bisa langsung dilihat di www.flikcr.com/photos/dasuki.

Semua Tulisan Penulis :
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits