Iblis Liberal | ahmadsarwat.com

Iblis Liberal

Sat 26 December 2009 00:00 | 20796

Iblis liberal adalah manusia yang berpikiran liberal, dalam arti mengacak-acak aqidah dan syariah Islam. Modusnya adalah menuduh para ulama itu sesat dan rancu, bahkan tidak jarang mereka tega mencaci maki para shahabat nabi ridhwanullahi alaihim.

Sudah tidak terhitung mereka merusak pemahaman Al-Quran yang secara sengaja diselewengkan. Kita hanya bisa memandang kasihan kepada saudara-saudara kita yang terkontaminasi paham sesat liberal.

 Mereka masih sangat muda, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sebenarnya mahasiswa pandai dan berprestasi. Tapi sayang sekali mereka masih terlalu lugu dan mudah dikibuli oleh senior mereka sendiri. Apa lacur, melihat profesor Yahudi saja sudah jatuh terkagum-kagum.

Dalam otak mereka seolah yang mengerti sejarah dan syariah itu hanya guru mereka yang orientalis itu. Padahal justru guru mereka masih itu belajar mengeja, ilmunya dangkal, karena itu mereka sangat tidak layak didengar apalagi diikuti. Bagaimana mereka bisa mengklaim bahwa diri mereka adalah ilmuwan atau peneliti, kalau baca sejarah saja hanya dari buku terjemahan? Seharusnya mereka malu dengan gelar-gelar yang memberhala. Sayangnya, asesoris gemerlap itu sempat menyilaukan banyak mahasiswa muslim kita, terutama di perguruan tinggi Islam sendiri.

Dan akhirnya, tidak sedikit di antara mereka yang tergiur lalu ikutan mencoba. Apalagi ketika diiming-imingi bea siswa ke luar negeri, pasti mereka tidak melewatkannya dan sangat bangga. Dalam alam berpikir mereka, kalau sampai ada mahasiswa Islam disekolahkan ke Amerika, Eropa atau Australia, itu sudah puncak cita-cita. Nanti pulang bisa berbahasa Inggris cas-cis-cus sambil memamerkan gelar PHd-nya.

Padahal yang sesungguhnya terjadi tidak lain hanyalah proses `cuci otak total` kemudian ketika pulang para korban itu bisa mengoceh aneh tentang agama dan syariah. Dan sudah pasti nyeleneh dan sesat.

Sayyid Qutub Pernah Ditargetkan

Tidak tanggung-tanggung, di Mesir dahulu ada Sayyid Qutub yang diberi bea siswa ke Amerika. Beliau seorang mahasiswa jenius, pandai dan sangat berprestasi. Modusnya sama dengan yang dialami mahasiswa kita, diberi bea siswa ke Amerika untuk menjalani cuci otak.

Tetapi rupanya Allah SWT Maha Kuasa, alih-alih tercuci otaknya, Sayyid Qutub justru mampu mematahkan semua argumen para orientalis itu. Bahkan beliau malah pulang ke negerinya dan bergabung dengan pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun.

Saking kesalnya melihat kegagalan operasi mereka pada tokoh yang satu ini, kekuatan konspirasi barat itu akhirnya bekerja sama dengan penguasa Mesir untuk menangkap beliau dan pada akhirnya menjatuhkan hukuman mati. Beliau pun syahid menghadap Allah SWT dengan meninggalkan karya-karya gemilang. Tapi bagaimana dengan mahasiswa Indonesia?

 Adakah merekamampu bersikap seperti Sayyid Qutub? Bisakah mereka diberangkatkan ke Amerika nun jauh di sana, tapi kemudian malah mematahkan argumentasi profesor bejat di sana? Adakah di antara mereka yang bisa tetap menegakkan kepala di depan para profesor Yahudi kafir itu, tanpa harus mereka malu, minder dan bodoh pada agamanya?

 Rasanya kita masih harus kecewa untuk urusan satu ini. Sebab yang terjadi justru sebaliknya, setiap kali ada mahasiswa kita yang pulang dari Amerika belajar agama, pasti jadi dedengkot pemikiran sesat liberalisme. Mereka tidak lain hanya budak-budak yang telah dibeli otak, jiwa dan hatinya. Sungguh-sungguh memprihatinkan. Masih berapa banyak lagi yang akan menyusul bisikan iblis-iblis liberal.

Semua Tulisan Penulis :
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits