Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2) | ahmadsarwat.com

Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)

Fri 2 May 2008 00:00 | 21597

Jepang termasuk wilayah yang paling akhir mengenal agama Islam, tidak seperti Cina yang sejak awal mula turunnya Islam di Jazirah Arabia, sudah kedatangan para shahabat Nabi SAW dan telah banyak wilayah yang memeluk agama Islam. Bicara tentang dakwah Islam di Jepang, memang terlalu sedikit literatur yang bisa didapat. Tapi sejarah memang tidak menyuguhkan kepada kita tentang Jepang yang dimasuki dakwah Islam sejak masa lalu.

Belum jelas apa penyebab keterlambatan bangsa Jepang mengenal dan memeluk agama Islam. Memang pernah adanya kebijakan mengasingkan diri sekitar selama 200 tahun, mulai pertengahan abad ke-17, membuat Jepang tidak mempunyai kontak dengan dunia luar.

Barulah pada zaman Meiji (Restorasi Meiji) tahun1875, literatur-literatur mengenai Islam yang berasal dari Eropa atau Cina, mulai diterjemahkan dan masuk ke Jepang.
Salah satu catatan yang didapat menujukkan Jepang baru mengenal Islam di tahun 1952. Sumber yang laini menyebutkan bahwa Islam sudah sampai di Jepang lebih awal lagi. Sebab Masjid di Kobe sudah berdiri sejak tahun 1938. Dan ikut mengalami pengemboman dalam perang dunia kedua.

Tapi secara umum, memang boleh dibilang babwa Islam terlambat masuk Jepang.� Setelah dakwah Islam melanglang buana dari Maroko hingga Maraoke, ternyata Jepang malah baru kenal Islam di abad 20.

Islam Masuk Jepang Lewat Bangsa Turki

Salah satu sumber menyebutkan bahwa bangsa Jepang mengenal Islam lewat datangnya bangsa Turki. Kisahnya bermula dari perstiwa yang terjadi di tahun 1890,� saat ada sebuah kapal Turki karam di perairan Jepang. Kapal itu bernama Ertogrul.� Konon dari 600-an awak kapal, hanya 69 dari mereka yang� selamat.

Pemerintah dan rakyat Jepang bersama-sama berusaha menolong para penumpang yang selamat dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pencetus dikirimnya utusan pemerintah Turki ke Jepang pada tahun 1891.

Hubungan yang sangat baik dengan Turki ini, juga membawa kemenangan bagi Jepang dalam peperangan dengan Rusia tahun 1904. Setelah peristiwa tersebut, yaitu sekitar tahun 1900-an, untuk pertama kalinya warga muslim Jepang pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sejak saat itu, Islam mulai dikenal secara luas.

 

Di tengah politik ekspansi Jepang pada Perang Dunia II, timbul minat tinggi terhadap rakyat Asia. Orang Jepang mulai tahu bahwa di antara rakyat Asia ada rakyat muslim. Muncullah kebutuhan untuk melakukan penelitian tentang Islam. Maka dibentuklah banyak lembaga penelitian, organisasi maupun perkumpulan kajian Islam, bahkan juga terbit berbagai majalah dan bukunya.

Tetapi pemerintah Jepang di masa itu, memandang Islam tidak sesuai dengan azas militer Jepang serta Shintoisme yang memuja banyak dewa. Karena itu dakwah Islam tetap tidak diperbolehkan.

Setelah Perang Dunia II berakhir dan banyak Negara di Asia dan Afrika meraih kemerdekaan, mulai bermunculan banyak negara Islam di panggung dunia. Terjalinlah hubungan erat antara Jepang dengan negara-negara Islam, terutama karena Timur Tengah adalah sumber minyak bagi Jepang.

Karena itu, Jepang makin mementingkan hubungan diplomatik dengan negara-negara Islam, baik dari segi diplomasi maupun ekonomi.

Saat ini konon warganegara Jepang yang memeluk agama Islam berjumlah sekitar 7.000 orang. Angka ini sangat kecil apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Jepang yang 120 juta orang.

Muslim Terbanyak di Jepang : Indonesia

Masyarakat Islam yang ada di Jepang, terbanyak adalah orang Indonesia, disusul Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Pada tahun 1930-an, hanya ada 2 masjid. Saat ini diperkirakan sudah terdapat lebih dari 100 masjid. Dari jumlah tersebut, data yang berhasil dihimpun oleh Tokyo University Islamic Culture Society baru meliputi 7 masjid dan 2 mushalla di wilayah Tokyo.

Lima buah masjid dan 3 mushalla di daerah Saitama, Kanagawa, dan Sendai.Di wilayah Aichi dan Shizuoka tercatat 3 masjid, sedangkan di Kobe terdapat sebuah masjid besar, yaitu Masjid Kobe, dan sebuah musholla.

Masih ada sebuah mushalla lagi, yaitu di daerah Takamatsu. Selain masjid dan mushalla tersebut, tercatat 2 buah Islamic Center, masing-masing di Tokyo dan Sendai. Pusat Islam dan Asosiasi Muslim Jepang di Tokyo menjadi pusat studi Islam dan bahasa Arab bagi warga Jepang, yang banyak menarik perhatian warga muda Jepang.

Di Nagoya, masjid Nagoya diresmikan tanggal 27 Juli 1998. Terletak tak jauh dari Honjin Eki pintu 3, masjid ini mempunyai luas 61,7 m2, terdiri dari lantai 1 sebagai tempat wudhu, ruang kantor dan fasilitas kebersihan. Lantai 2 untuk tempat sholat wanita, sedangkan lantai 3 adalah ruang sholat utama bagi pria. Lantai 4 dan atap masjid sebagai ruang sholat tambahan.

Pada saat sholat Jumat dan bulan puasa ummat memenuhi masjid hingga bagian atap masjid.

Semua Tulisan Penulis :
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits