Dilemma Partai Islam di Pentas Sepuluh Pemilu | ahmadsarwat.com

Dilemma Partai Islam di Pentas Sepuluh Pemilu

Mon 17 March 2014 13:58 | 5680

Menurut catatan sejarah, sejak merdeka Indonesia sudah menyelenggarakan 10 kali pemilu (1955,1971,1977,1982,1987, 1992, 1997, 1999, 2004 dan 2009). Dan semua pemilu selalu diikuti oleh partai Islam, meski dengan wujud yang bergonta-ganti. Sayangnya, dari 10 kali ikut pemilu, partai Islam belum pernah keluar sebagai pemenang.

Mungkin terdengar agak sarkastis, tetapi itulah kenyataannya. Meski Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan 82,3% dari total penduduknya beragama Islam, tapi partai Islam belum pernah meneguk kemenangan nyata.

Padahal kuota haji buat Indonesia di Saudi Arabia selalu berada paling atas. Namun urusan aliran dan pilihan politik, ternyata tidak selalu sejalan dengan status beragama.

Pemilu Pertama 1955 : Masyumi dan NU

Mari kita telusuri bersama, pada pemilu pertama tahun 1955, yang jadi pemenangnya Partai Nasionalis Indonesia (PNI). PNI adalah sebuah partai berideologi sekuler yang saat itu jadi lawan dari partai-partai Islam. Masyumi sendiri sebagai partai Islam masa itu cuma berada di urutan kedua dan Nahdhatul Ulama berada di urutan ketiga.

Sayangnya, lima tahun kemudian, pada tahun 1960 Masyumi malah disuruh membubarkan diri oleh Soekarno yang jadi lawan politiknya. Ancamannya, kalau tidak mau membubarkan diri, maka akan dicap sebagai partai terlarang. Agak tragis dan menyakitkan memang, tetapi begitulah politik.

Sementara posisi partai NU saat itu agak aman meski juga sempat terancam juga.

Pemilu Kedua 1971 : NU

Kita pindah ke pemilu kedua yang diselenggarakan pada tahun 1971. Kali ini Soekarno sudah tumbang dan PKI sudah dibubarkan. Penguasa yang baru adalah Soeharto, yang mendirikan Golkar sekaligus menjadikan Golkar sebagai pemenang.

Saat itu sudah tidak ada Masyumi. Dan partai Islam terbesar saat itu adalah NU. Dan di tahun 1971 ini NU duduk di urutan kedua. Sayangnya, tahun 1975, Soeharto meremukkan partai Islam lewat fusi sehingga berubah jadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Otomatis Partai NU bubar jalan.

Melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.

Pemilu Ketiga Hingga Keenam : PPP

Sepeninggal partai MAsyumi dan NU, Soeharto membuatkan partai fusi buat umat Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP inilah yang kemudian menjadi wakil dari partai Islam, hingga hari ini. Itulah barangkali jargon PPP sering disebut-sebut sebagai rumah besar umat Islam.

Sayangnya, selama lebih dari 40 tahun PPP jadi partai Islam dan selalu rajin ikut pemilu, belum juga pernah jadi pemenang. Sebab lima kali ikut pemilu di masa orde baru (1977, 1982, 1987,1992, 1997), semuanya selalu dimenangkan oleh Golkar. PPP cuma jadi penggembira saja, begitu juga dengan PDI.

Pemilu Di Masa Revormasi : Multi Partai Islam

Masuk zaman reformasi 1998, Soeharto tumbang dan ada kebebasan berpartai. Kali ini partai-partai Islam tumbuh bak jamur di musim hujan. Pemilu pertama di masa revormasi dilaksanakan tahun 1999 diikuti oleh 48 partai, yang merupakan jumlah partai terbanyak sepanjang sejarah Indonesia. Kalau diurutkan sejak zaman kemerdekaan, pemilu ini adalah pemilu yang kedelapan.

Partai-partai Islam pada masa ini memang bermunculan dalam jumlah yang amat banyak. Beberapa di antara berukuran cukup besar, selebihnya cuma partai gurem.

Sayangnya, meski sudah 3 kali melewai pemilu (1999, 2004 dan 2009) di masa revormasi, ternyata belum ada tanda-tanda partai-partai Islam itu memenangkan pertarungan. Pemenangnya berturut-turut adalah PDI-P dan Partai Demokrat.

Partai Islam masih berada pada nomor-nomor berikutnya. Sehingga jalan yang diambil lebih sering berkoalisi, musyarokah dan gabung dengan partai pemenang, baik di level pusat maupun daerah.

Fenomena ini agak menggelikan juga sebenarnya. Sebab ketika masa kampanye, semua partai lawan dijelek-jelekkan sedemikian rupa, plus dalil-dalil agama. Begitu partai lawan berkuasa, kok bisa tiba-tiba berkoalisi dan musyarokah dengan mereka?

Setidaknya buat orang awam tapi kritis memang agak sulit mencerna logik ini. Sedangkan awam tapi terlanjur cinta dan fanatis, tentu dengan modal tsiqah dan taat pimpinan bisa dengan mudah dibikin paham.

Pemilu Tahun 2014

Lalu bagaimana nasib partai-partai Islam di tahun 2014 ini? Apakah partai Islam akan menang?

Saat ini ada PAN, PKB, PKS, PPP yang cukup besar. Tetapi nampaknya juga masih belum waktunya. Anismata presiden PKS juga tidak menargetkan memang dalam pemilu ke-11 ini, asalkan bisa 3 besar cukuplah dulu. Surveynya saja cuma menyebutkan 5 besar.

Entah, mungkin baru akan menang pada pemilu ke 12, 13 atau 14, atau tidak sama sekali, hanya Allah SWT saja yang tahu. Kita tidak bisa mendahului kehendak Allah juga.

Dilemma Partai Islam Masa Kini

Di era reformasi, meski muncul banyak sekali partai Islam, ternyata satu persatu rontok. Bukan karena ditekan oleh lawan, karena sudah tidak ada lawan seperti di masa lalu. Lawannya adalah diri mereka sendiri. Maksudnya, satu per satu para petinggi partai itu tidak akur dan membawa partai mereka pecah menjadi partai gurem kecil-kecil.

Sebagiannya lagi memang sejak awal sudah kecil dan terpaksa harus membubarkan diri karena tidak mencapai electoral trashold 2%.

Partai Keadilan dan beberap partai gurem lain termasuk yang terkena ET ini. Lalu aktifisnya bikin partai baru, PKS. Biar dapat suara, kebijakan PKS tidak lagi memainkan isu ideologis, tetapi agak merapat ke tengah bersama dengan partai 'lawan'.

Kali ini kebijakannya agak meninggalkan isu ideologi dan lebih memainkan isu umum yang sulit dibedakan dengan 'dagangan' lawan-lawan partainya dahuku. Malah di berbagai wilayah, PKS tidak sungkan-sungkan bergandengan tangan dengan lawan-lawan politiknya untuk jadi pemimpin lokal.

Sehingga hal itu menimbulkan tanda tanya, kalau sudah bukan lagi memperjuangkan ideologi Islam, sebenarnya arah perjuangannya mau kemana? Sekedar menang dan dapat kursi, ataukah masih punya warna Islam yang tegas?

Sebagian kecil aktifis yang masih kental nuansa ideologisnya nampak ragu dengan kebijakan terkahir ini. Awalnya bikin partai Islam untuk memperjuangkan ideologi Islam. Tapi kalau nilai-nilai ideologisnya sudah 'disamarkan' sedemikian rupa, terus buat apa?

Kurang lebih disitulah munculnya area kegalauan sebagian umat Islam atas partai Islam tercintanya. Dan ini berlaku hampir pada semua partai Islam yang tersisa, PAN, PKB, PPP dan lainnya.

Tentu pimpinan partai-partai Islam tidak terima ditinggalkan begitu saja oleh pengikutnya. Selain bikin fatwa haram golput, mereka tetap mengeluarkan sejumlah argumen beserta dalil-dalil dari Quran, Sunnah dan juga fatwa-fatwa dari para ulama yang sejalan.

Pokoknya, jangan sampai partai Islam ditinggalkan oleh umat Islam sendiri. Termasuk juga menangkat issu terjadinya penyusupan kalangan JIL, syiah dan sekuler di partai lawan. Kalau sampai umat Islam tidak pilih partai Islam, nanti akan terjadi ini dan itu, pokoknya Islam akan dihabisi, dizalimi, dikebiri dan segalanya.

Jadi syiarnya jangan golput, sebab dengan golput, sama saja menghancurkan Islam. Itu intinya jawaban kalangan partai Islam.

Dan untuk  para simpatisan muslim di nun jauh di kampung dan pedesaan, fatwa haram golput ini cukup efektif. Dan efektif juga buat aktifis pemulanya. Mereka nampak bersemangat mempropagandakan haram golput, baik di media sosial atau pun di setiap kesempatan.

Senjata lainnya adalah prinsip akhaffu adh-dhararain, yang nampaknya juga masih efektif untuk menggiring mereka ke tempat pencoblosan tanggal 9 bulan april nanti. Biasanya argumentasinya agak tawadhdhu, seperti : Kami bukan yang terbaik dan bukan partai malaikat, tetapi setidaknya bla bla bla.

Galau Para Petinggi Partai Islam

Sebenarnya para petinggi partai Islam tidak harus terlalu galau dengan gelombang besar golput yang amat mereka khawatiri. Selama yang saya amati, para aktifis tua yang selama ini kecewa dengan banyak partai Islam, rasanya masih tetap akan mencoblos juga. Partai Islam belum akan ditinggalkan oleh pendukungnya, baik pendukung buta atau pendukung kritis. Semua tentu pilih partai Islam, sebobrok apapun partai itu

Tapi bagi umat Islam awam, abangan, bahkan murni Islam kultural yang kurang peduli situasi politik, maafkan lah mereka dengan mazhab mereka. Kalau mereka tidak nyoblos, masalahnya sederhana sekali. Sebagian tidak bisa nyoblos karena harus pulang kampung dulu, dan itu butuh biaya. Mereka ini tidak paham fatwa haram golput, juga tidak paham dalil-dalil agama ala materi siasah syar'iyah Ibnu Taimiyah.

Sebagian lagi memang dasarnya tukang mancing. Mereka lebih mengutamakan mancing ikan dari pada nyoblos. Kalau ditanya, kenapa tidak menggunakan haknya, jawabnya polos dan sederhana,"Dari dulu babe lu ini cuman jadi tukang mancing, ampe hari gini masih jadi tukang mancing juga. Ngapain nyoblos, emangnya kalau nyoblos ikan jadi banyak? Lah kagak mungkin kan. Ya, udah, babe mendingan pergi mancing".

Tapi yang paling saya suka dalam urusan beda pendapat dalam bab golput ini adalah sekarang bisa saja mereka berbeda pendapat, tetapi percayalah perbedaan itu tidak akan melahirkan permusuhan abadi. Besok yang saling beda pandangan itu sudah dagang lagi di kios pasar yang sama, saling pinjam duit dan saling tolong sesama. Ternyata tali ukhuwah di atas segalanya.

Gerakan Islam Kultural dan Politis

Sejak merdeka, ada dua blok gerakan Islam, kultural dan politik. Masyumi dan NU termasuk yang getol bergerak lewat jalur politik. Sayangnya, sudah 10 kali pemilu berlalu, belum pernah sekali pun partai-partai Islam itu memenangkannya.

Di sisi lain, gerakan kuktural non politis nampaknya agak sedikit lebih leluasa bergerak. Mereka cenderung aman dan tidak ada musuh politis yang berarti.

Menarik untuk dicatat bahwa sebenarnya cikal bakal PKS sendiri adalah tarbiyah yang dilakukan di wilayah Islam kultural. Setidaknya, masa-masa itu terbiyah agak menjauhi birokrasi dan gemuruh dunia politik yang cenderung satu warna.

Namun begitu sudah ketika mulai membesar, punya banyak kader dan kebetulan ada kesempatan (Soeharto tumbang dan terjadi reformasi 1998), terjadilah perubahan arah kebijakan yang signifikan. Tarbiyah yang tadinya masih di bawah tanah (harakah sirriyyah), tiba-tiba keluar dari sarangnya dan menyeberang ke wilayah politik. Lalu dibentuklah partai politik sebagai kendaraan,  tentunya ikutan rebutan suara, dan masuk parlemen.

Sementara kalangan Islam kultural umumnya tidak terlalu peduli dengan urusan politik. Dalam pandangan mereka, partai Islam mau menang mau kalah, memang tidak terlalu besar dampaknya bagi keberlangsungannya.

Padahal buat kalangan arus Islam politis, eksistensi partai Islam dan kemenangannya adalah urusan aqidah dan terkait langsung dengan nyawa. So, kalau ada fatwa haram golput, bisa ditebak lahirnya dari jalur Islam politis itu. Kurang lebih petanya seperti itu

Yang menarik, di jalur Islam kultural itu kadang dakwah Islam menjadi lebih langsing dan gesit, sehingga bisa masuk kemana saja, termasuk sendi-sendi kubu lawannya. Kalangan pendukung Golkar, PDI-P, dan partai-partai sekuler yang dahulu dianggap lawan dari partai Islam, secara personal dan keluarga malah banyak yang saat ini lebih rajin umroh, bikin pengajian, ikut majelis taklim, bahkan membangun pesantren dan seterusnya.

Contohnya di era Orde Baru yang represif kepada partai Islam, justru terjadi anomali besar. Soeharto malah berinisiatif mendirikan Bank Muamalat, ICMI, pembangunan 1000 masjid, koran Republika, pengiriman sejuta dai, bangun masjid di Bosnia, festival Istiqlal, diakuinya hukum Islam dalam hukum positif Indonesia, dan seterusnya.

Bahkan keluarga besar cendana pergi haji rombongan sampai masuk kabah. Ada penambahan kata Muhammad di depan nama Soeharto menjadi Haji Muhammad Soeharto.

Di masa sekarang kita memang merasakan gairah keislaman umat jauh lebih tinggi. Entah ada hubungan langsung atau tidak, tetapi nampak kalau melihat betapa orang-orang harus antri untuk bisa ke tanah suci, baik untuk umrah, apalagi haji.

Di tempat-tempat umum, bahkan di perkantoran baik pemerintahan atau swasta, pemandangan wanita berhijab semakin semarak. Lepas dari kekurangan dan kelebihannya.

Semangat orang memperdalam ilmu agama pun juga sulit di pungkiri. Gedung-gedung bertingkat yang dulu dianggap sebagai wajah angkuh pembangunan, hari ini juga disemarakkan dengan kegiatan keislaman. 

Sekolah-sekolah Islam dan pesantren semakin hari semakin digandrungi. Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) selalu kita temukan di masjid-masjid. Tidak ketinggalan acara pengajian, majelis taklim, mabit, qiyamullail, i'tikaf, hingga tabligh-tabligh akbar semakin rutin saja berjalan.

Mall dan pusat perbelanjaan seakan berlomba membangun masjid di dalamnya, biar orang-orang yang belanja tidak bingung mau shalat dimana. Masjid itu pun tidak sepi dari aktifitas taklim untuk memperdalam ilmu agama.

Kesadaran masyarat untuk berhati-hati tidak mengkonsumsi produk non-halal pun semakin meningkat hari demi hari. 

Semua itu bisa kita rasakan sebagai geliat umat Islam dalam gairah menjalankan agamanya lewat jalur kultural non politis. Dan harus diakui, semua itu tidak ada hubungannya dengan perolehan suara partai Islam yangt tetap kecil. Dan  juga bukan hasil dari peran atau jasa dari para politisi partai Islam di parlemen. Tidak ada hubungannya.


Semua Tulisan Penulis :
Tidak Taqlid Kepada Ustadz, Guru Dan Kiayi
28 November 2013, 12:52 | 6.477 hits
Berpikir Out Of The Box
27 November 2013, 12:44 | 5.460 hits
Saya Tidak Minum Kopi Luwak
25 November 2013, 22:56 | 5.920 hits
English Please..!!!
23 November 2013, 21:41 | 5.593 hits
Sang Kolektor Kitab
22 November 2013, 14:58 | 5.678 hits
Taqlid Kepada Bukhari dan Muslim
17 November 2013, 15:19 | 6.442 hits
Fiqih Penelitian dan Validasi
16 November 2013, 15:27 | 5.893 hits
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
11 November 2013, 15:34 | 5.363 hits
Fiqih Sosial
10 November 2013, 15:41 | 4.789 hits
Ahli Fiqih
28 October 2013, 15:51 | 4.039 hits
Orang Kafir pun Mempercayainya
25 October 2013, 15:54 | 3.925 hits
Ikut Kelompok Mana
19 September 2013, 16:05 | 4.283 hits
Salah Asuhan
18 September 2013, 15:22 | 3.565 hits
Adab Berbeda Pendapat
30 August 2013, 15:57 | 4.305 hits
Mau Muntah
3 June 2013, 05:43 | 9.341 hits
Dahsyatnya Baiat
26 May 2013, 20:02 | 7.344 hits
Musuh Yang Diciptakan
19 May 2013, 08:09 | 13.476 hits
Umar dan Daging
15 May 2013, 10:10 | 12.693 hits
Aku Berlindung Kepada Allah
14 May 2013, 10:08 | 12.439 hits
Ternyata Penjahatnya Justru Atasannya Sendiri
13 May 2013, 10:01 | 12.600 hits
Cinta Buta
13 May 2013, 08:34 | 12.842 hits
Ikut Kelompok Mana?
11 May 2013, 08:36 | 13.129 hits
Beda Tujuan Beda Kendaraan
29 April 2013, 16:01 | 8.370 hits
Absensi PNS
21 April 2013, 16:04 | 7.002 hits
Dulu Waktu Belum Ada Bendera
18 April 2013, 08:35 | 11.325 hits
UN Berantakan? Mana Mau Menterinya Mengaku Gagal dan Ikhlas Mundur
17 April 2013, 16:07 | 5.660 hits
Kok Jadi Fanatisme LIPIA? (bag. 2)
9 April 2013, 16:11 | 7.824 hits
Kok Jadi Fanatisme LIPIA? (bag. 1)
9 April 2013, 04:26 | 14.323 hits
Debat Tanpa Adab
8 April 2013, 16:15 | 7.473 hits
Yang Berguguran Sebelum Kuliah
8 April 2013, 16:14 | 6.965 hits
Yang Berguguran Setelah Kuliah
6 April 2013, 16:16 | 7.131 hits
Yang Berguguran di Jalan 'Kuliah'
6 April 2013, 12:18 | 6.081 hits
Ngebet Ingin Dakwah, Tetapi Tidak Ngebet Belajar Ilmu Syariah
6 April 2013, 10:19 | 6.970 hits
Ironis
5 April 2013, 16:22 | 6.673 hits
Harga Sebuah Kebebasan
30 March 2013, 15:52 | 6.372 hits
Belum Lima Menit Akad Ijab Kabul, Langsung Jatuhkan Talak Satu
29 March 2013, 15:57 | 7.289 hits
Membidani Kelahiran Ulama
29 March 2013, 15:55 | 6.375 hits
Printer Warna dan Pejabat
28 March 2013, 15:59 | 6.744 hits
Pemeluk Hindu di Indonesia Cuma 1,8 persen, Kok Seluruh Penduduk Ikut Libur Nyepi?
12 March 2013, 04:46 | 11.413 hits
Bangsa Kita Sudah Talak 3 Dengan Babi
11 March 2013, 16:28 | 5.654 hits
Mudahnya Memilih Khalifah
2 March 2013, 16:31 | 5.876 hits
Semangat Mencaci Lewat Komen
1 March 2013, 08:46 | 7.476 hits
Saudi Arabia : Contoh Negara Islam Belum Selesai
28 February 2013, 15:49 | 6.448 hits
Ulama Yang Bersahaja
12 February 2013, 08:49 | 7.230 hits
Kelemahan Gerakan Dakwah Yang Terabaikan
12 February 2013, 01:36 | 5.448 hits
Karakteristik Rumah Fiqih
5 February 2013, 16:39 | 5.621 hits
Taubat Sambel
2 February 2013, 16:41 | 5.496 hits
Nasib Sial : Naik Kopaja P-20 Terus Dioper
2 February 2013, 14:43 | 5.945 hits
Loyalitas Kepada Jamaah?
12 January 2013, 08:47 | 6.501 hits
Shalat Idul Adha vs Shalat Idul Fithri
26 October 2012, 03:32 | 10.384 hits
Bisakah Umat Islam Kompak Mulai Ramadhan & Lebaran?
29 June 2012, 05:31 | 9.198 hits
Gambreng : Solusi Biaya Pilkada dan Pemilu Yang Mencekik
22 June 2012, 00:00 | 8.850 hits
Halal Haramnya Musik Dalam Deretan Dalil-dalil Syar'i
12 June 2012, 00:00 | 34.047 hits
Partai Politik Sumber Korupsi
11 June 2012, 00:00 | 10.887 hits
Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu : Hadits Palsu?
20 December 2011, 09:02 | 10.125 hits
Keranjingan Dakwah
29 November 2011, 09:03 | 8.920 hits
Dai TV Watch
26 November 2011, 08:54 | 6.498 hits
12 Perbedaan Ustadz Yang Artis dan Ustadz Beneran :
21 November 2011, 08:52 | 8.086 hits
Sayyid Utsman Mufti Betawi
8 October 2011, 07:57 | 6.712 hits
Hamil Duluan
29 August 2011, 12:54 | 16.311 hits
Kenapa Lebaran Hari Rabu?
29 August 2011, 01:32 | 10.093 hits
Bergembira Datang Ramadhan Aman Dari Neraka?
28 July 2011, 00:00 | 16.665 hits
Ramadhan Hampir Menjelang Jangan Lupa Qadha Puasa
3 July 2011, 00:00 | 9.895 hits
Membedah Gerakan Mengkafirkan Umat Islam
17 June 2011, 00:00 | 13.624 hits
Kedokteran Islam VS Barat Zaman Kejayaan Islam
11 June 2011, 00:00 | 10.711 hits
26-30 Mei : Ukur Ulang Arah Kiblat Pakai Matahari
25 May 2011, 00:00 | 12.735 hits
Shalat Khusyu` Bukan Kontemplasi
18 April 2011, 00:00 | 15.987 hits
Bikin Jama`ah Baru : Why Not?
2 April 2011, 00:00 | 12.398 hits
27 Jilid Al-Majmu` Syarah Al-Muhadzdzab
23 March 2011, 00:00 | 13.793 hits
Bom Ulil
16 March 2011, 00:00 | 14.389 hits
Makananmu Penyakitmu? No Way
11 March 2011, 00:00 | 13.533 hits
Ahmadiyah : Agama Buatan Inggris Untuk Meruntuhkan Islam
7 March 2011, 00:00 | 15.584 hits
Upss Jumlah Pelajar Kita di Iran Melebihi di Al-Azhar!!
4 March 2011, 00:00 | 18.792 hits
Ujian Nasional : Melahirkan Bangsa Tidak Jujur
27 February 2011, 00:00 | 12.446 hits
Maulid Nabi : Kenapa Nabi Muhammad SAW Orang Arab?
19 February 2011, 00:00 | 19.275 hits
Celana Jeans : Haramkah Karena Mirip Pakaian Orang Kafir?
15 February 2011, 00:00 | 20.684 hits
Kerusuhan : Yuk Evakuasi Al-Azhar ke Indonesia
3 February 2011, 00:00 | 19.636 hits
Buku Baru : Islam Liberal 101
27 January 2011, 00:00 | 17.013 hits
Istri Bukan Pembantu
20 January 2011, 00:00 | 14.954 hits
Pejabat vs Pilot Pesawat
17 January 2011, 00:00 | 14.912 hits
Film Ar-Risalah : Satu Jembatan Barat Islam
10 January 2011, 00:00 | 15.414 hits
Nonton Bola di GBK, Tidak Shalat Maghrib?
23 December 2010, 00:00 | 18.854 hits
Perayaan Tahun Baru Islam, Nasional dan Natal
8 December 2010, 00:00 | 17.523 hits
Hijrah Nabi SAW dan Negara Islam Madinah
30 November 2010, 00:00 | 19.255 hits
Qurban : Antara Ritual dengan Sosial
18 November 2010, 00:00 | 12.391 hits
Rumah Hunian dan Pendidikan Masa Depan
18 November 2010, 00:00 | 13.526 hits
Puasa Arafah Ikut Saudi?
15 November 2010, 00:00 | 20.934 hits
Sultan Maridjan
29 October 2010, 00:00 | 17.862 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik (bag. 2)
20 October 2010, 00:00 | 15.953 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik
19 October 2010, 00:00 | 16.912 hits
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits