Sayyid Utsman Mufti Betawi | ahmadsarwat.com

Sayyid Utsman Mufti Betawi

Sat 8 October 2011 07:57 | 6712

Salah satu faktor kelemahan umat Islam di Indonesia adalah tidak adanya sosok ulama dalam arti yang sesungguhnya, yang berperan sebagai mufti resmi negara.

Padahal kedudukan mufti ini sangat strategis dan vital. Ada begitu banyak persoalan hukum Islam yang tidak bisa diselesaikan kecuali lewat ketetapan dari seorang mufti. Dan salah satu masalah itu adalah kewenangan untuk menetapkan kapan jatuhnya Hari Raya bagi umat Islam.

Sepanjang sejarah bangsa Indonesia merdeka, selalu muncul perbedaan pendapat di tengah umat tentang penetapan Hari Raya. Dan perbedaan pendapat itu tidak pernah ada yang menengahinya, dalam arti diberi kewenangan penuh secara hukum.

Berbeda dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya, negara kita tidak punya institusi mufti. Sementara di negara-negara itu, mereka mengenal sosok mufti negara. Sosok mufti itulah satu-satunya pihak yang berwenang untuk menetapkan jadwal Hari Raya, setidaknya berlau untuk satu negara berdaulat tertentu.

Bila mufti Saudi Arabia telah menetapkan bahwa hari ini Idul Fithri, maka seluruh rakyat akan ikut ketetapannya. Meski pun ada sekian lusin kelompok umat Islam dengan beragam mazhab, entitas, aliran, harakah dan jamaah. Akan tetapi mereka bisa dipastikan akan berlebaran bersama-sama.

Bila mufti Mesir telah menetapkan bahwa hari ini mulai puasa Ramadhan, maka seluruh rakyat Mesir akan mulai puasa bersama-sama, dengan kompak, serempak, bareng-bareng, dan seragam. Tidak ada yang puasa duluan atau belakangan. Padahal di negera itu ada ribuan kelompok, mazhab, aliran, tanzim dan patai yang saling bermusuhan.

 Mufti Indonesia (Betawi)

Namun ketiadaan mufti di masa sekarang ini tidak berarti bahwa sosok mufti itu sama sekali tidak pernah ada di negeri kita. Di masa lalu, ketika kita masih dijajah belanda, justru kita punya mufti sebagaimana yang kita dapati di berbagai negeri muslim lainnya.

Mufti kita saat itu adalah Sayyid Utsman, seorang sosok ulama yang menjadi guru dari semua guru agama, khususnya buat orang-orang betawi. Karena beliau memang lahir di betawi meski peranakan Hadhramaut. Dan diangkat oleh Pemerintah Hindia Belanda di ibukota jajahannya. Namun pengaruh beliau juga meluas ke berbagai wilayah di nusantara.

Nama lengkap beliau adalah Al-Habib Usman bin Yahya bin Aqil bin Syeikh bin Abdurahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya. Lahir di Pekojan, Jakarta Barat pada tanggal 17 Rabi’ul Awwal 1238 H atau 1822 M. Ayahnya adalah Abdullah bin Aqil bin Syeikh bin Abdurahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya. Sedangkan ibunya adalah Aminah binti Syekh Abdurahman Al-Misri.

Sayyid Ustaman memang seorang keturunan Arab tapi sudah jadi orang betawi. Orang betawi di masa lalu lebih akrab memanggilnya habib. Tapi beliau bukan habib sembarang habib. Ilmu agama beliau memang sangat tinggi dan luas. Karya tulis beliau tidak kurang dari 80 judul kitab jumlahnya, yang umumnya sampai hari ini masih dipakai oleh orang-orang betawi untuk mengaji.

Belajar Agama

Ilmu agama yang beliau miliki antara lain hasil kerja keras berkelana ke berbagai penjuru dunia, antara lain beliau pernah belajar ke Mesir, Tunis, Aljazair, Yordania dan Turki, Mekah dan Hadramaut.

Guru beliau yang pertama adalah ayah beliau sendiri, Syeikh Yahya. Namun setelah itu beliau pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan kemudian bermukim disana selama 7 tahun untuk memperdalam ilmu agama. Di Mekah beliau berguru salah satunya kepada Mufti Mekah, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Selanjutnya pada tahun 1848 berangkat ke Hadramaut untuk belajar. Di antara guru-gurunya antara lain Syekh Abdullah bin Husein bin Thahir, Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri, Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahar.

Dari Hadramaut beliau melanjutkan perjalanan mencari ilmu ke Mesir, negeri gudangnya ilmu. Beliau sempat tinggal di Kairo walaupun hanya untuk 8 bulan. Kemudian meneruskan perjalanan lagi ke Tunis dan berguru kepada Syekh Abdullah Basya. Kemudian beliau juga pergi ke Aljazair dan belajar pada Syekh Abdurahman Al-Magribhi. Bahkan beliau pernah pergi ke Istanbul, Persia dan Syiria.

Maksud beliau berpergian dari satu negeri ke negeri lain adalah untuk memperoleh dan mendalami bermacam-macam ilmu seperti ilmu fiqh, tasawuf, tarikh, falak, dan lain-lain. Setelah itu kembali ke Hadramaut.

Diangkat Belanda Menjadi Mufti

Karena itu ilmu beliau memang bisa diterima karena banyak pergaulannya serta sangat luas, maka diangkatlah beliau menjadi mufti Betawi oleh pemerintah Hindia Belanda.

Tahun 1862 M./1279 H. tercatat beliau kembali ke Batavia dan menetap disitu hingga diangkat menjadi Mufti menggantikan mufti sebelumnya, Syekh Abdul Gani yang telah lanjut usianya, dan sebagai Adviseur Honorer untuk urusan Arab ( 1899 – 1914 ) di kantor Voor Inlandsche Zaken.

Menarik juga kalau kita amati. Justru di masa Belanda yang status kita ini dijajah, kita malah punya mufti. Sebaliknya, ketika kita sudah merdeka, malah tidak punya mufti, sehingga begitu banyak urusan umat Islam yang terbengkalai.

Entah kenapa justru setelah merdeka kita tidak mufti negara. Konon salah satu alasannya karena ternyata negara kita ini bukan negara Islam, maka tidak perlu mufti. Padahal kenyataannya, suka atau tidak suka, justru negara kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Lebih dari 230 juta orang Islam menjadi warga negera Indonesia. Makanya kita juga tidak mau dibilang bahwa Indonesia negara kafir. Akhirnya, negara ini termasuk negara yang 'bukan-bukan'.

Murid-murid

Sebelum menjadi mufti, sebenarnya beliau sudah menjadi guru agama dengan jumlah murid yang sangat banyak. Boleh dibilang, dari beliau itulah hampir semua guru, muallim, kiyai dan tokoh agama menuntut ilmu. Boleh dibilang, orang-orang betawi memang punya sanad ilmu, mirip dengan di masa salaf dulu, dimana setiap ulama pasti punya jalur dari mana mereka mendapatkan ilmunya.

Kalau orang betawi mengenal sosok Habib Ali Al-Habsyi Kwitang, yang menjadi guru dari Kiyai Abdullah Syafi'i (Perguruan Asy-Syafi'iyah) dan KH. Thahir Rahili (Perguruan At-Thahiriyah), maka ketahuilah bahwa guru keduanya, Habib Ali Al-Habsyi Kwitang ini, adalah salah satu murid dari sekian banyak Sayyid Utsman.

Murid-murid beliau yang lain adalah KH. Mansyur (1878-1967), Jembatan Lima. Yusuf Mansyur yang kondang itu konon mengaku sebagai cicit dari kiyai ini. Guru Mansyur, begitu panggilan akrabnya, merupakan seorang ilmuwan Betawi di zaman penjajahan Belanda.

Tokoh terkenal lain yang juga menjadi murid Sayyid Utsman adalah Sayid Abu Bakar Al-Habsyi Kebun Jeruk Jakarta. Juga ada Sayyid Muhammad bin Abdurrahman Pekojan, Kiyai Makruf Kampung Petunduan Senayan, Tuanku Raja Kemala Aceh, Kiyai Muhammad Thabarani, penghulu Pekojan Jakarta dan lainnya.

Karya Tulis

Sayyid Ustman setidaknya pernah menulis 80-an kitab agama yang berguna. Di antara karya beliau antara lain kitab Al-Qawanin Asy-Syar'iyah lil Mahkamah wal Iftaiyah. Kitab ini kitab yang lengkap menjelaskan dengan detail hukum-hukum nikah, talak dan ruju' yang berguna untuk dipakai di dalam pengadilan syariah. Kitab ini adalah rujukan buat para penghulu, qadi, hakim dan pemimpin agama dalam memutuskan perkara umat Islam.

Selain itu beliau juga menulis kitab Iqadzu An-Niyam fimaa Yata'alaqu bi Al-Hilal wa Ash-Shiyam. Kitab ini terkait dengan fatwa serta petunjuk dalam menetapkan hilal Ramadhan serta tata aturan puasa.

Juga beliau menulis kitab I'anatul Mustarsyidin, yang isinya menolak pendapat kalangan anti ulama dan mazhab fiqih, yang saat itu banyak menggerogoti umat Islam. Dan ada pula kitab dengan thema yang sama, namun digubah dalam bentuk syair, berjudul Thariqu As-Salamah Min Al-Khusran wa An-Nadamah.

Penulis sewaktu kecil pernah belajar mengaji di kampung dengan guru ngaji anak-anak. Kitab itu berjudul Babul Minan dan Sifat Dua Puluh. Ternyata baru sekarang penulis tahu bahwa kedua kitab itu adalah karangan Sayyid Utsman. Dan buku kecil doa-doa yang berjudul Maslakul Akhyar, ternyata juga karangan beliau.

Kelangkaan Ulama

Kalau hari ini ada sebuah gerakan dakwah atau harakah yang konon ingin menegakkan syariat atau negara Islam, maka seharusnya gerakan itu harus punya program serius untuk melahirkan sosok-sosok ulama betulan, dengan level ilmu, kewibawaan serta kealiman sebagaimana Sayyid Ustman ini. Bagaimana bisa mendirikan negara Islam apalagi khilafah, lha wong ulamanya saja tidak ada?

Kalau hari ini ada lembaga pendidikan, apa itu TKIT, SDIT, SMPIT, SMUIT dan apalah yang pakai IT-IT-an, maka seharusnya kurikulumnya sudah sejak awal sudah diarahkan agara melahirkan sosok-sosok seperti Sayyid Utsman ini. Bagaimana mau membangun peradaban Islam, kagak punya ulama?

Kalau hari ini ada 5000-an mahasiswa kita di Mesir dan negara-negara timur tengah lainnya yang sedang belajar agama, maka sebaiknya mereka jangan pulang kecuali setelah bisa menjadi ulama selevel dengan Sayyid Ustman ini. Sebab percuma saja belajar jauh-jauh meninggalkan kampung halaman berpuluh tahun, sampai babenya jual sawah dan kebon di kampung buat membiayai, eh ternyata begitu pulang cuma bisa bikin novel, main film, jualan habbah sauda', melayani bekam ruqyah, atau mengirim TKW ke arab. Ilmunya mana? Ittaqillah ya jamaah ...

Kalau hari ini ada berbagai ormas Islam dengan berbagai aktifitasnya yang beragam, sampai seringkali harus bentrok satu dengan lainnya, karena rebutan lahan, maka seharusnya program unggulannya adalah bagaimana mengkader orang-orang yang kualitasnya seperti Sayyid Utsman ini.

Kalau hari ini ada banyak program agama di TV swasta di negeri kita, seharusnya orang-orang seperti Sayyid Utsman inilah yang berhak tampil menyampaikan ilmunya. Bukannya menampilkan badut-badut yang sekedar berceramah sambil ngelawak dan berteriak dengan yel-yel mirip suporter sepakbola. Padahal kalau kita peras kepalanya, satu pun ilmu keluar dari kepala itu. Cuma sorban, gamis dan asesorisnya saja yang dimirip-miripkan dengan ulama, tapi ilmunya NOL BESAR

Semua Tulisan Penulis :
Hamil Duluan
29 August 2011, 12:54 | 16.311 hits
Kenapa Lebaran Hari Rabu?
29 August 2011, 01:32 | 10.093 hits
Bergembira Datang Ramadhan Aman Dari Neraka?
28 July 2011, 00:00 | 16.665 hits
Ramadhan Hampir Menjelang Jangan Lupa Qadha Puasa
3 July 2011, 00:00 | 9.895 hits
Membedah Gerakan Mengkafirkan Umat Islam
17 June 2011, 00:00 | 13.624 hits
Kedokteran Islam VS Barat Zaman Kejayaan Islam
11 June 2011, 00:00 | 10.711 hits
26-30 Mei : Ukur Ulang Arah Kiblat Pakai Matahari
25 May 2011, 00:00 | 12.735 hits
Shalat Khusyu` Bukan Kontemplasi
18 April 2011, 00:00 | 15.987 hits
Bikin Jama`ah Baru : Why Not?
2 April 2011, 00:00 | 12.398 hits
27 Jilid Al-Majmu` Syarah Al-Muhadzdzab
23 March 2011, 00:00 | 13.793 hits
Bom Ulil
16 March 2011, 00:00 | 14.389 hits
Makananmu Penyakitmu? No Way
11 March 2011, 00:00 | 13.533 hits
Ahmadiyah : Agama Buatan Inggris Untuk Meruntuhkan Islam
7 March 2011, 00:00 | 15.584 hits
Upss Jumlah Pelajar Kita di Iran Melebihi di Al-Azhar!!
4 March 2011, 00:00 | 18.792 hits
Ujian Nasional : Melahirkan Bangsa Tidak Jujur
27 February 2011, 00:00 | 12.446 hits
Maulid Nabi : Kenapa Nabi Muhammad SAW Orang Arab?
19 February 2011, 00:00 | 19.275 hits
Celana Jeans : Haramkah Karena Mirip Pakaian Orang Kafir?
15 February 2011, 00:00 | 20.684 hits
Kerusuhan : Yuk Evakuasi Al-Azhar ke Indonesia
3 February 2011, 00:00 | 19.636 hits
Buku Baru : Islam Liberal 101
27 January 2011, 00:00 | 17.013 hits
Istri Bukan Pembantu
20 January 2011, 00:00 | 14.954 hits
Pejabat vs Pilot Pesawat
17 January 2011, 00:00 | 14.912 hits
Film Ar-Risalah : Satu Jembatan Barat Islam
10 January 2011, 00:00 | 15.414 hits
Nonton Bola di GBK, Tidak Shalat Maghrib?
23 December 2010, 00:00 | 18.854 hits
Perayaan Tahun Baru Islam, Nasional dan Natal
8 December 2010, 00:00 | 17.523 hits
Hijrah Nabi SAW dan Negara Islam Madinah
30 November 2010, 00:00 | 19.255 hits
Qurban : Antara Ritual dengan Sosial
18 November 2010, 00:00 | 12.391 hits
Rumah Hunian dan Pendidikan Masa Depan
18 November 2010, 00:00 | 13.526 hits
Puasa Arafah Ikut Saudi?
15 November 2010, 00:00 | 20.934 hits
Sultan Maridjan
29 October 2010, 00:00 | 17.862 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik (bag. 2)
20 October 2010, 00:00 | 15.953 hits
Kegagalan Sekolah Dalam Mendidik
19 October 2010, 00:00 | 16.912 hits
Sirik dan Pitnah
14 October 2010, 00:00 | 17.512 hits
Penjual Stiker
21 September 2010, 00:00 | 16.926 hits
52 Trilyun Biaya Untuk Lebaran : Syar`ikah?
20 September 2010, 00:00 | 19.038 hits
Ketika WTC Runtuh (9 Tahun Kemudian)
11 September 2010, 00:00 | 17.750 hits
Situs Hadits Onlinet : Teks Arab Plus Terjemah dan Search Engine
11 September 2010, 00:00 | 22.904 hits
Perbedaan Zakat Infaq dan Sedekah
8 September 2010, 00:00 | 21.562 hits
Sudah Shalat Ied Hari Jumat, Apa Masih Wajib Shalat Jumat?
7 September 2010, 00:00 | 21.639 hits
Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453
29 August 2010, 00:00 | 27.449 hits
Ramadhan dan TV
15 August 2010, 00:00 | 21.291 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 3)
7 August 2010, 00:00 | 24.138 hits
Amerika : Negeri Muslim Yang Dimurtadkan (bag. 2)
6 August 2010, 00:00 | 20.738 hits
Saatnya Mengubah Sistem Kepemimpinan
5 July 2010, 00:00 | 17.307 hits
Kunjungan ke Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)
22 June 2010, 00:00 | 25.467 hits
Saung Istiqamah KBRI Singapore : Fiqih Minoritas
20 June 2010, 00:00 | 20.129 hits
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
8 June 2010, 00:00 | 18.506 hits
Kuliah di LIPIA
6 June 2010, 00:00 | 33.120 hits
Israel vs Umat Islam
5 June 2010, 00:00 | 19.478 hits
Melawan Amerika Ala Jepang
13 March 2010, 00:00 | 18.574 hits
Ensiklopedi Fiqih Online Berbahasa Indonesia
9 March 2010, 00:00 | 25.063 hits
45 Jilid Ensiklopedi Fiqih Terlengkap
4 March 2010, 00:00 | 28.963 hits
Printing On Demand (Mencetak Buku Sebiji)
28 February 2010, 00:00 | 29.863 hits
Hukum Lelang
20 February 2010, 00:00 | 19.626 hits
Nikah Siri : Solusi Atau Intimidasi?
18 February 2010, 00:00 | 26.160 hits
Wakaf Buku Fiqih Mawaris, Mau?
13 February 2010, 00:00 | 21.543 hits
Dengar Ceramah HAMKA di Youtube
12 February 2010, 00:00 | 22.097 hits
Kitab Online Hasil Scan = Bajakan?
10 February 2010, 00:00 | 28.240 hits
Pelatihan Dasar Faraidh (PDF) di DU CENTER
22 January 2010, 00:00 | 18.876 hits
Tabel Waris,  Materi dan Buku For Free
16 January 2010, 00:00 | 24.895 hits
Iblis Liberal
26 December 2009, 00:00 | 20.796 hits
Berpindah-Pindah Madzhab
7 December 2009, 00:00 | 16.840 hits
Wakaf Ilmu :Metode Mendatangkan Pahala Abadi
12 October 2009, 00:00 | 20.425 hits
Jam Gempa & Klenik Nomor Ayat Al-Quran
8 October 2009, 00:00 | 36.336 hits
Alahumma Laka Shumtu : Hadits Dhaif?
10 September 2009, 00:00 | 25.840 hits
Ramadhan dan Polisi
7 September 2009, 12:23 | 18.671 hits
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits