Ramadhan dan Polisi | ahmadsarwat.com

Ramadhan dan Polisi

Mon 7 September 2009 12:23 | 18671

Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa, sebagaimana Nabi SAW sabdakan. Tentunya kalau dosa yang sudah ada diampuni, bukan berarti kita malah bikin dosa baru. Sebaliknya, dosa baru harus dihindari, djauhi dan dicegah, terutama justru di bulan Ramadhan. Kalau amal kebajikan dilipat-gandakan, tentunya dosa-dosa yang dlakukan secara demonstratif pun jadi berlipat kalau dalam bulan Ramadhan.

 Ada kisah nyata yang baru saja saya alami tapi cukup menarik terkait dengan bulan Rmadhan dan menghindari dosa. Kisahnya menyyangkut seorang bapak petugas polisi lali lintas dan saya. Ceritanya bermula dari sepulangi ceramah acara MABIT Telkomsel Wisma Mulia Jl. Gatot Subroto.

Entah kenapa saya tidak langsung mengarahkan mobil pulang ke arah jalan Rasuna Said Kuningan, mungkin bosan lewat jalan yang itu-itu juga, maka saya justru masuk ke jl Gatot Subroto ke arah jembatan Semanggi. Maksudnya, mau pulang berputar lewat Semanggi terus ke Jln. Soedirman dan berputar di jembattan layang kuningan ke Jl. Prof Dr. Satrio.

Sayangnya, begitu masuk jembatan semanggi, lalu lintas behenti, mobil-mobil tampak berjejer mau turun dari jembatan ke Soedirman. Dari atas jembatan tampak jalan Soedirman macet total. Wah, maksud hati mau menikmati indahnya jalan Soedirman di malam hari, kok malah macet tidak karuan.

Mumpung belum terjebak, setir mobil saya putar ke kanan maksudnya mau terus meluncur ke arah TVRI dan berputar balik. Tiba-tiba seorang petuas polisi mengacungkan tangan memberi isyarat agar saya menepikan mobil. Alamak, apa pula mas polisi ini. Kenapa orang menghindari macet kok malah diberhentikan.

"Selamat malam pak", sapa pak polisi dengan ramah. "Ya, malam", jawab saya sambil memencet tombol membuka kaca jendela.

"Wah, harusnya bapak jangan melanggar marka jalan, kan mobil bapak bagus, nanti kalau ketabrak bagaimana?". seru pak polisi memulai dialog. "Ah masak sih, kan saya cuma mau menghindari kemacetan, toh jalan di sebelah kanan kosong kok. kalau saya keluar dari antiran macet mencari jalan yang kosong, kenapa harus dianggap melanggar", jawab saya membela diri.

"Oh gitu ya pak", jawabnya "Lha iya tho?, masak saya harus bermacet-macet sementara lajur sebelah saya untuk jalan lurus kan kosong, pindah lajur kan tidak melanggar. Cuma keluar dari antrian ke yang tidak antri". gitu saya tambahkan.

 "Ya sudah pk, ada SIM?", kata pak polisi mengalihkan pembicaraan. "Ya ada, masak nyetir mobil nggak bawa SIM", jawab saya.

"STNK nya pak", tambahnya. "Nih, STNK nya juga lengkap kok", jawab saya sambil merogoh isi dompet bukan mencari uang tapi memang harus dicari karena bercampur dengan SIM dan STNK motor, KTP, kartu ATM, NPWP dan teman-temannya.

Sambil memeriksa SIM dan STNK, pak polisi mulai senyum-senyum,"Ya gini aja deh pak, apa mau dibantu?", katanya. "Maksudnya?, jawab saya pura-pura tidak paham. '''Ya ini sesama manusia aja pak, kemanusiaan lah", tambahnya mencoba menjelaskan maksudnya yang minta duit.

Khas para polisi yang malu-malu minta duit. "Oh gitu ya, hmm sebenarnya saya sih bukan nggak kasihan sama bapak, tapi... hmm wah saya nggak berani pak". "Maksudnya?", pak polisi mulai bingung dan cemas, sebab biasanya kalau sudah bilang mau dibantu apa tidak, para pengemudi yang cemas buru-buru menyelipkan beberapa lembar puluhan ribu atau malah lima puluhan ribu.

Tapi kok kali ini mangsanya malah tidak mau atau ragu. "Gini ya pak polisi, saya ini kebetulan ustadz yang baru saja berceramah tentang terlarangnya dan tidak berkahnya kita memakan uang yang haram. Lha masak sekarang saya malah memberi makan bapak dengan uang yang haram". tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari mulut saya spontan.

Pak polisi kelihatan kaget dan kecut juga ketika disebut uang haram. "Lagian sekarang ini kan Ramadhan lho pak, ini bulan suci, bulan dimana kita harusnya membersihkan rizki kita dari yang tidak benar, biar hidup kita berkah", lanjut saya mulai persis seperti lagi di atas mimbar.

"Waduh, gitu ya pak ustadz", jawab pak polisi semakin ciut. Kali ini dia sudah menyebut saya pak ustadz, mungkin baru sadar kalau saya masih pakai atribut lengkap baju koko dan peci di atas kepala.

"Ya, sudah kalau begitu pak ustadz, silahkan jalan saja terus, ini SIM dan STNK nya. Hati-hati ya di jalan. Jangan lupa doakan saya biar dapat reski yang berkah, ya pak ustadz". ujarnya dengan penuh harap. "Ya ya, terima kasih, selamat bertugas pak, semoga sehat dan diberikahi." jawab saya.

 "Amin amin", kata pak polisi. Mobil saya mulai melaju kembali di jalan-jalan utama ibu kota diterangi lampu-lampu jalan yang terang.

Ah, pak polisi, berat sangat tugasmu, berat juga tantangannya untuk bisa mendapatkan harta yang halal. Semoga semua polisi diluaskan dadanya dengan tugas yang berat dan mampu bertahan dari godaan dan tekanan hidup.

Jakarta, 4 Sept 2009

Ahmad Sarwat, Lc

Semua Tulisan Penulis :
Dilemma PNS Jujur
3 September 2009, 00:00 | 20.215 hits
Ramadhan : Bulan Petasan?
26 August 2009, 00:00 | 32.685 hits
Ramadhan dan Produktifitas Kerja
25 July 2009, 00:00 | 19.445 hits
Bercermin Dengan Yahudi (2)
16 June 2009, 00:00 | 17.351 hits
Bercermin Dengan Yahudi (1)
15 June 2009, 00:00 | 19.184 hits
Masuknya Islam ke Indonesia
13 June 2009, 00:00 | 31.889 hits
Buya Hamka dan KH Abdullah Syafi`i
7 June 2009, 00:00 | 25.630 hits
Daftar Tempat Ceramah
31 January 2009, 00:00 | 27.239 hits
Hukum Musik Dalam Pandangan Syariah
31 January 2009, 00:00 | 22.183 hits
Ke Al-Jazeera Channel Doha Qatar
21 September 2008, 00:00 | 25.285 hits
Qatar Selayang Pandang
20 September 2008, 00:00 | 30.373 hits
Ceramah ke Qatar
19 September 2008, 00:00 | 19.162 hits
Tunjangan Bayi Jepang 30 Juta Per Tahun Per-anak
6 May 2008, 00:00 | 15.327 hits
Mengunjungi Hiroshima (Dakwah ke Jepang bag. 5)
5 May 2008, 00:00 | 32.980 hits
Jadwal Ceramah (Dakwah ke Jepang bag. 4)
4 May 2008, 00:00 | 24.878 hits
Masjid Kobe (Dakwah ke Jepang bag. 3)
3 May 2008, 00:00 | 15.659 hits
Islam dan Jepang ((Dakwah ke Jepang bag. 2)
2 May 2008, 00:00 | 21.597 hits
Dakwah ke Jepang (bag. 1)
1 May 2008, 00:00 | 13.557 hits
Haji Basir (bag. 2)
9 September 2007, 00:00 | 10.846 hits
Haji Basir
9 June 2007, 00:00 | 15.857 hits
Lahir di Mesir
8 June 2007, 00:00 | 17.928 hits